POSMETRO MEDAN- Pemko Pematangsiantar bersama Bank Indonesia (BI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk meluncurkan "Cik Laila" (Cek Informasi Kebutuhan Pengendalian Inflasi Terintegrasi), sebuah sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) berbasis data untuk mendeteksi gejolak harga pangan sejak dini.
Mewakili Wali Kota, Asisten II Setdako Subrata Nata Lumbantobing, SSTP, MSP, mengapresiasi inovasi ini.
Stabilitas harga pangan sangat menentukan daya beli masyarakat.
Melalui Cik Laila, TPID dan pemerintah kota dapat mengambil langkah antisipatif dan kebijakan yang terukur sebelum terjadi lonjakan harga.
Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar, Ahmadi Rahmanseperti terungkap dalam sebuah postingan anonim facebook @Bagian Perekonomian Pematangsiantar yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Rabu 15 Juli 2026 menambahkan bahwa EWS ini mengintegrasikan teknologi data (seperti Model ALPS dan visualisasi Python) untuk memetakan komoditas pangan strategis secara presisi.
Langkah preventif ini nantinya akan menjadi dasar aksi nyata seperti Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah demi menjaga stabilitas ekonomi Kota Pematangsiantar yang responsif dan adaptif.
Hadir di sana sebagai narasumber, Dekan Fakultas Pertanian USU, Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, SP, MEc.***