POSMETRO MEDAN- Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Momentum ini terkait untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan itu berlangsung di Laman Gadang Kota Sibolga, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota, pada Rabu (12/08/2026) siang.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota menyampaikan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Sibolga menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di tengah masyarakat.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah Kota Sibolga hadir melalui Gerakan Pangan Murah dan bekerja sama dengan Bulog untuk menyediakan sejumlah bahan pokok, seperti beras SPHP, Minyakita, gula, dan telur. Untuk telur, kita bekerja sama dengan distributor," ucap Wali Kota seperti disiarkan sibolgakota.go.id.
Sejumlah bahan pangan yang disediakan dalam kegiatan tersebut dijual dengan harga di bawah harga pasar.
Beras SPHP dijual seharga Rp58.000 per kemasan 5 kilogram, sedangkan harga di pasaran sekitar Rp60.000. Minyakita dijual Rp15.000 per liter, dibandingkan harga pasar sekitar Rp18.000. Gula dijual Rp19.000 per kilogram, sementara harga pasar sekitar Rp20.000. Sementara itu, telur dijual Rp48.000 per papan, dibandingkan harga pasar sekitar Rp50.000.
Untuk memastikan pemerataan dan memberikan kesempatan kepada lebih banyak masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, pembelian dibatasi sesuai ketentuan.
Setiap pembeli dapat membeli maksimal tiga liter Minyakita, lima karung beras dengan berat masing-masing 5 kilogram, tiga kilogram gula, dan dua papan telur.
Menurut Wali Kota, Gerakan Pangan Murah juga menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Sibolga dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi. Upaya tersebut dinilai semakin penting setelah kebakaran Pasar Sibolga Nauli yang turut berdampak terhadap aktivitas perdagangan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.