POSMETRO MEDAN, Medan- Toge Panyabunganmerupakan minuman tradisional khas masyarakat Mandailing Natal yang populer saat bulan Ramadan di Kota Medan.
Minuman ini dikenal sebagai pelepas dahaga setelah seharian berpuasa karena disajikan dingin dengan cita rasa unik yang menyegarkan, berupa minuman atau penganan manis bersantan yang populer sebagai menu takjil buka puasa.
Berbeda dari namanya, kudapan ini tidak menggunakan sayuran tauge/kecambah, melainkan campuran lupis, pulut hitam, tape pulut putih, candil, dan cendol yang disiram gula merah.
Toge Panyabungan sering dianggap mirip dengan es campur atau es cendol, namun isiannya jauh lebih padat sehingga sering dianggap sebagai takjil yang "berat" dan mengenyangkan.
Tak heran, minuman ini kerap menjadi pilihan menu berbuka puasa masyarakat Medan, terutama bagi mereka yang ingin menikmati sajian tradisional bernilai budaya.
Saat Ramadan, minuman ini mudah ditemukan di pasar kaget dan lapak takjil di berbagai sudut Kota Medan. Meski tergolong minuman lawas, keberadaan minuman ini tetap lestari dan menjadi simbol kekayaan kuliner tradisional di Kota Medan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.(BBS)