POSMETRO MEDAN, Bukittinggi - Di tengah maraknya minuman kekinian yang bermunculan setiap Ramadan, Kota Pariaman, Sumatera Barat, masih menyimpan satu warisan kuliner khas yang tetap bertahan dari masa ke masa, yakni Anyang Batumbuak.
Minuman tradisional ini telah dikenal sejak tahun 1984 dan hingga kini masih setia hadir sebagai pelepas dahaga saat berbuka puasa.
Anyang Batumbuak merupakan minuman khas yang dibuat berdasarkan resep turun-temurun. Sayangnya, keberadaannya kini tergolong langka karena tidak banyak masyarakat yang mengetahui atau mampu membuatnya.
Minuman ini umumnya hanya diracik oleh orang-orang tertentu yang masih menjaga tradisi dan pengetahuan kuliner lama.
Keunikan Anyang Batumbuak terletak pada komposisi bahannya yang tidak biasa. Minuman ini terbuat dari campuran berbagai buah dan rempah, seperti ambacang (mangga muda), pisang, buah timbaba (buah nangka kecil yang tidak berkembang), nenas, jeruk besar, serta tambahan cabai merah, cabai rawit, cabai giling, asam jawa, gula merah, garam, dan air secukupnya.
Seluruh bahan buah dipotong kecil-kecil lalu dicampur menjadi satu.
Kuah Anyang Batumbuak dibuat dengan cara memasak air bersama gula merah dan cabai giling hingga mendidih. Setelah kuah tersebut dingin, barulah dituangkan ke dalam campuran buah-buahan.
Perpaduan rasa manis, asam, pedas, dan segar inilah yang menjadi ciri khas Anyang Batumbuak, sekaligus pembeda dari minumantradisional lainnya.
Selain menyegarkan, Anyang Batumbuak dipercaya mampu memberikan energi setelah seharian berpuasa. Kandungan buah-buahan segar serta gula alami dari gula merah menjadikan minuman ini cocok sebagai menu berbuka puasa, terutama untuk mengembalikan stamina dan menghilangkan dahaga.