POSMETRO MEDAN, Medan- Bulan Ramadan di Kota Medan selalu identik dengan beragam kuliner khas yang menggugah selera.
Salah satu takjil tradisional asal Mandailing yang hingga kini masih digemari masyarakat adalah jongkong. Hidangan manis ini kerap menjadi pilihan utama untuk berbuka puasa karena rasanya yang lembut, segar, dan mengenyangkan.
Jongkong merupakan makanan tradisional berbahan dasar tepung beras yang dimasak bersama santan dan gula merah. Teksturnya yang kenyal berpadu dengan kuah santan gurih dan gula aren manis menjadikan jongkong memiliki cita rasa khas yang sulit dilupakan.
Biasanya, jongkong disajikan dalam mangkuk kecil atau wadah plastik, siap dinikmati saat azan Magrib berkumandang.
Di Medan, jongkong mudah ditemui selama Ramadan, terutama di pasar takjil dadakan yang bermunculan di pinggir jalan. Banyak pedagang yang secara turun-temurun menjajakan jongkong dengan resep keluarga, sehingga cita rasanya tetap terjaga dari generasi ke generasi.
Harga jongkong pun relatif terjangkau, membuatnya digemari semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Selain rasanya yang lezat, jongkong juga memiliki nilai nostalgia bagi warga Medan. Bagi sebagian orang, menikmati jongkong saat berbuka puasa mengingatkan pada suasana Ramadan di masa kecil, berkumpul bersama keluarga sambil menikmati hidangan sederhana namun penuh makna.
Di tengah gempuran kuliner modern, jongkong tetap bertahan sebagai salah satu ikon takjil khas Medan. Kehadirannya bukan hanya sekadar pelepas dahaga dan lapar, tetapi juga menjadi simbol kekayaan kuliner tradisional yang patut dilestarikan, khususnya di momen istimewa bulan suci Ramadan.(BBS)