POSMETRO MEDAN, Labuhanbatu – Tren penurunan harga daging ayam ras (broiler) terus berlanjut di pasar domestik Kabupaten Labuhanbatu.
Memasuki pekan terakhir April 2026, harga komoditas protein hewani tersebut tercatat mengalami penyusutan konsisten akibat melimpahnya pasokan di tingkat peternak.
Berdasarkan pantauan Posmetro Medan di Pasar Gelugur, Rantauprapat pada Senin (27/4/2026), harga daging ayam potong kembali mengalami kontraksi sebesar Rp1.000 dibandingkan periode akhir pekan lalu. Saat ini, harga paha ayam dibanderol di level Rp32.000 per kg, sementara bagian dada menyentuh Rp34.000 per kg.
Jika ditarik lebih jauh, tren penurunan ini telah berlangsung sejak Jumat (10/4/2026). Dalam kurun waktu dua pekan, harga telah merosot signifikan dari posisi awal Rp39.000 (paha) dan Rp41.000 (dada).
"Sejak dua pekan lalu, harga terus turun rata-rata seribu rupiah per kilogram setiap dua hari," ujar Muslim, salah satu pedagang di Pasar Tradisional Rantauprapat.
Penurunan harga ini disinyalir kuat dipicu oleh faktor oversupply di tingkat hulu. Melimpahnya stok di kandang-kandang peternak yang memasuki masa panen raya secara bersamaan menjadi faktor utama.
Selain volume yang meningkat, bobot ayam yang dipanen rata-rata berukuran besar mulai dari 2,2 Kg hingga 2,5 Kg per ekornya, yang secara teknis menekan harga jual di tingkat pedagang karena melimpahnya ketersediaan daging di pasar.
Berbeda dengan dinamika pada ayam broiler, komoditas ayam kampung justru menunjukkan stabilitas harga yang kuat. Hingga saat ini, harga ayam kampung terpantau di level Rp60 ribu hingga Rp65.000 per kg.
"Belum ada perubahan harga sejak periode Lebaran lalu. Harganya tetap stabil di angka enam puluh sampai enam puluh lima ribu rupiah per kilogram," ungkap Regar, salah satu pedagang ayam kampung di lokasi yang sama. (HBB)