POSMETRO MEDAN
Sore itu suasana di lingkungan Markas Polda Sumatera Utara tampak sedikit berbeda. Di sela padatnya agenda dan tanggung jawab besar yang diemban setiap hari, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto terlihat menyempatkan diri berolahraga tenis bersama para Pejabat Utama (PJU) Polda Sumut, Rabu (10/6/2026).
Momen tersebut menghadirkan pemandangan yang sederhana, namun menyimpan makna tersendiri. Dengan mengenakan pakaian tenis santai, Kapolda menuju lapangan menggunakan golf car. Sepanjang perjalanan, sejumlah personel muda yang berjaga memberikan penghormatan. Dengan ramah, jenderal bintang dua itu membalas setiap salam dan penghormatan yang diberikan. Demikian pula sapaan anggota masyarakat yang sedang berkunjung ke Mapolda.
Tidak ada kesan berjarak. Senyum dan sapaan hangat mengalir begitu saja kepada anggota yang dilewatinya. Sebuah kebiasaan kecil yang mungkin terlihat sederhana, namun mampu menghadirkan kedekatan antara pimpinan dan personel.
Setibanya di lapangan tenis, suasana keakraban semakin terasa. Bersama para PJU, Irjen Whisnu menikmati pertandingan dengan penuh semangat. Tawa dan canda sesekali mewarnai jalannya permainan. Meski tetap kompetitif, seluruh peserta bermain dengan sportif dan menjunjung tinggi kebersamaan.
Bagi banyak anggota, momen seperti ini menjadi gambaran lain dari sosok Kapolda Sumut yang selama ini dikenal sebagai pemimpin pekerja keras, fokus, dan penuh dedikasi. Dalam berbagai kesempatan, Irjen Whisnu juga kerap mendapat julukan sebagai "Kapolda Pembangun" karena komitmennya dalam memperkuat institusi, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mendorong berbagai program pembangunan di lingkungan kepolisian.
Namun di balik karakter kepemimpinan yang tegas dan berorientasi pada hasil, tersimpan sisi humanis yang hangat. Ia tidak hanya hadir sebagai pimpinan yang memberi arahan, tetapi juga sebagai sosok yang mampu membangun kedekatan dengan seluruh jajaran, tanpa memandang pangkat dan jabatan.
Olahraga sore itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Tetapi dari lapangan tenis tersebut, tergambar sebuah pesan sederhana: bahwa hubungan yang baik dalam sebuah organisasi tidak hanya dibangun melalui perintah dan kebijakan, melainkan juga melalui sapaan, keteladanan, kebersamaan, dan rasa saling menghargai.
Dan sore itu, di tengah riuhnya pertandingan tenis yang berlangsung akrab dan sportif, sisi hangat seorang pemimpin kembali terlihat jelas.