POSMETRO MEDAN
Delapan puluh tahun perjalanan Kepolisian Negara Republik Indonesia bukan hanya catatan panjang tentang sejarah sebuah institusi. Ia adalah kisah perjalanan bagaimana Polri terus beradaptasi, berbenah, dan menjawab harapan masyarakat yang semakin berkembang.
Di tengah tuntutan zaman yang berubah cepat, ukuran keberhasilan kepolisian hari ini tidak lagi hanya dilihat dari kemampuan menjaga keamanan dan menegakkan hukum. Lebih dari itu, publik menilai bagaimana Polri hadir sebagai institusi yang dekat, melayani, dan memberikan rasa nyaman.
Semangat itulah yang terasa dalam kepemimpinan Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, SIK, MH.
Menjadi Kapolda Sumatera Utara bukanlah tugas ringan. Sumut adalah provinsi dengan dinamika sosial yang kompleks. Wilayahnya luas, masyarakatnya sangat beragam, aktivitas ekonominya tinggi, dan tantangan keamanan yang dihadapi juga tidak sederhana. Dari persoalan kriminalitas, narkotika, konflik sosial, hingga berbagai persoalan masyarakat yang membutuhkan respons cepat dan tepat.
Dalam kondisi seperti itu, mampu menjalankan tugas pokok kepolisian dengan baik saja sudah merupakan capaian tersendiri. Namun Whisnu memilih melangkah lebih jauh.
Ia tidak hanya menjalankan fungsi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menghadirkan semangat perubahan melalui berbagai pembenahan yang menyentuh langsung kebutuhan publik.
Sejak awal menjabat Kapolda Sumut, satu kata yang sering dikedepankannya adalah "berbenah". Sebuah kata sederhana, tetapi menjadi gambaran dari cara kerja yang ia bangun: memperbaiki yang kurang, meningkatkan yang sudah baik, dan menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas.
Menariknya, Whisnu bukan tipe pemimpin yang banyak mengumbar pernyataan. Ia tidak terlalu sibuk membangun citra melalui kata-kata. Ia lebih memilih bekerja, memastikan program berjalan, dan membiarkan hasil yang berbicara.
Karakter itulah yang kemudian terlihat dari berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan Polda Sumut.