POSMETRO MEDAN
Banyak yang mengedepankan teori rumit tentang politik dan kepemimpinan. Tanpa mengabaikan apalagi meremehkan itu semua, Darma Putra Rangkuti memilih jalan yang bersahaja tapi justru paling teruji sepanjang sejarah: jangan pernah jauh dari masyarakat.
Bagi warga Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar, wajah Darma Putra bukan sesuatu yang asing. Di daerah pemilihannya, ia kerap terlihat hadir dalam berbagai suasana: duduk bersama warga di agenda reses, menjelaskan peraturan daerah dalam acara sosialisasi, atau sekadar singgah dan berbincang di warung kopi dengan bangku kayu, tanpa agenda resmi, tanpa protokol, tanpa panggung yang dihias dekorasi.
Reses atau sosper adalah ruang formal yang memang disediakan bagi wakil rakyat untuk bertemu konstituen. Tetapi yang menarik dari Darma Putra adalah kesediaannya melangkah melampaui jadwal.
ketika bertemu masyarakat, Darma Putra kerap memberi hati dan waktunya lebih dari amanat tugasnya. Begitu pula kunjungan di luar agenda resmi, memberinya sesuatu yang tak selalu bisa ditemukan di forum formal: cerita apa adanya. Di warung, di pinggir jalan, atau di sela aktivitas warga, orang bicara lebih lepas. Keluhan disampaikan tanpa basa-basi, harapan diutarakan tanpa teks sambutan.
Darma Putra sendiri selalu menyebut dirinya sebagai penyambung aspirasi rakyat kepada pemerintah. Di kala lain, dia juga berlaku sebagai pemberi penjelasan terkait rancangan program pemerintah yang punya manfaat bagi masyarakat. Dia mewakafkan dirinya menjadi jembatan dua arah.
Belakangan ini, misalnya, dia sedang intens mensosialisasikan pentingnya perlindungan dan jaminan sosial bagi para pekerja rentan. Dia sendiri memang diamanatkan menjadi Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sumut.
Sebutan sebagai wakil rakyat itu mungkin sederhana bahkan klise, tetapi menuntut kerja yang tidak mudah. Seorang penyambung lidah hanya berguna jika ia lebih dulu mendengar dengan baik. Aspirasi tak bisa dititipkan lewat laporan atau diwakili angka. Ia hidup di percakapan, di raut wajah, di nada suara orang yang bercerita tentang jalan yang rusak, harga yang naik, atau anak yang ingin sekolah lebih jauh.
Karena itu, baginya cara paling efektif untuk mengetahui denyut kehidupan rakyat adalah sering-sering berada di antara mereka.