POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Tindakan Israel mencegat armada Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza pada Rabu (1/10/2025) malam memicu gelombang protes besar di berbagai kota di seluruh dunia.
Ribuan orang turun ke jalan di kota-kota besar seperti Roma, Milan, dan Naples di Italia; Madrid di Spanyol; Istanbul di Turkiye; dan Buenos Aires di Argentina. Massa mengutuk tindakan Israel tersebut sekaligus menuntut Palestina merdeka.
Di Italia, para demonstran bahkan memblokade stasiun metro di Roma sambil meneriakkan "Free Palestine" atau "Palestina Merdeka".
Di Buenos Aires, para pengunjuk rasa mendesak pemerintah Argentina untuk menuntut pembebasan Celeste Fierro, seorang legislator terpilih yang berada di kapal Adara, salah satu armada GSF.
Di Turkiye, lebih banyak demonstrasi berlangsung dengan seruan kuat untuk mendukung Palestina dan menentang kebijakan luar negeri Israel.
Meskipun negara-negara ini tidak sepakat dalam beberapa hal, mereka bersatu dalam kecaman terhadap pencegatan yang dilakukan oleh Israel. Armada GSF mulanya bertolak dari Spanyol.
Kemudian diperkuat oleh konvoi tambahan dari Italia dan Tunisia, sebagaimana dilansir Euronews.
Setidaknya ada 500 aktivis yang ikut dalam armada tersebut, termasuk aktivis iklim Greta Thunberg dan cucu Nelson Mandela, Mandla Mandela.
Mereka bertujuan untuk mematahkan blokade Israel yang telah berlangsung selama 18 tahun terhadap Gaza.
Kapal-kapal tersebut membawa misi kemanusiaan untuk menyampaikan bantuan ke Gaza yang dilanda krisis kemanusiaan. Namun, saat berada di perairan internasional utara Mesir, Israel mencegat setidaknya 21 dari 43 kapal dan menyulut kemarahan di berbagai negara.