POSMETRO MEDAN- Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengaku siap terjun ke medan tempur jika Amerika Serikat, Israel, atau sekutunya kembali melakukan agresi terhadap Iran.
Seperti bunyi pernyataan IRGC pada Jumat 19 Juni 2026IRGC menegaskan jika musuh yang licik kembali berupaya memaksakan tuntutan berlebihan dan melanggar hak-hak rakyat Iran, para pejuang IRGC (Korps Garda Revolusi Islam)—baik di darat, laut, maupun udara, serta di seluruh ranah peperangan hibrida—siap bertindak atas instruksi sekecil apa pun dari komandan yang berani dan bijaksana," kata IRGC sebagaimana dilansir kantor berita IRNA.
Selain itu, IRGC juga menyatakan sudah siap menimpakan kekalahan bersejarah yang jauh lebih telak dibandingkan sebelumnya.
Seperti diketahui, malam menjelang 18 Juni 2026 waktu setempat, Iran dan Amerika Serikat meneken dokumen secara jarak jauh yang mengatur pengakhiran konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari silam.
Kesepakatan ini juga memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan akhir mengenai isu nuklir Iran dan sanksi Amerika Serikat.
Selain itu, dokumen ini menetapkan jadwal bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade lautnya, serta bagi Iran untuk memulihkan pelayaran melalui kawasan perairan Selat Hormuz.***