POSMETRO MEDAN,Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara resmi membuka Forum Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), di Hotel Shangri La, Sabtu (11/7/2026).
MKGR merupakan salah satu organisasi yang sangat penting dan berarti dalam proses dinamika sebelum Golkar ada. Golkar dibentuk dibentuk melalui Sekretariat Bersama (Sekber) Golongan Karya pada 20 Oktober 1964. Sekber itu yang melahirkan Golkar, tetapi tidak pernah kita ulas oleh siapa yang mendirikan Sekber itu.
Menurut Bahlil yang dikutip dari bukunya Imam Prasetyo, dia adalah Wakil Ketua Umum Sekber. Ada sembilan puluh tujuh organisasi yang mendirikan Sekber, dan dari sembilan puluh tujuh organisasi itu, salah satu di antaranya adalah MKGR.
Dan dalam sambutannya, Bahlil juga menegaskan bahwa Partai Golkar merupakan milik seluruh kader dan tidak dikuasai oleh kelompok maupun keluarga tertentu.
Menurut Bahlil, kekuatan Partai Golkar lahir dari seluruh kader yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen organisasi pendiri dan yang didirikan Golkar untuk terus menjaga kekompakan dan memperkuat konsolidasi internal.
"Golkar bukan partai yang eksklusif. Golkar bukan partai yang dimiliki oleh satu kelompok orang tertentu, dan Golkar juga bukan dimiliki oleh keluarga tertentu. Pemilik saham Partai Golkar adalah seluruh rakyat Indonesia yang menjadi kader Partai Golkar," ujar Bahlil di hadapan peserta MubeslubMKGR.
Bahlil juga mengapresiasi proses regenerasi kepemimpinan yang berlangsung di tubuh MKGR. Ia menilai regenerasi merupakan bagian penting dalam memperkuat organisasi guna menghadapi agenda politik ke depan, khususnya Pemilu Legislatif 2029.
Bahlil juga menyinggung pentingnya kontribusi nyata kader dalam membesarkan partai. Ia mengingatkan agar kader tidak hanya muncul ketika ada peluang jabatan, tetapi juga aktif bekerja dan berjuang untuk kepentingan partai.
"Jangan pada saat mau jadi menteri, baru semua pilih menjadi menteri. Tapi pada saat untuk turun memberikan kontribusi terbaik dalam rangka mendorong partai, semua duduk seolah-olah nanti tunggu di tikungan," katanya.