POSMETRO MEDAN,Tiongkok – Sebuah momen langka terjadi di wilayah dataran tinggi Tiongkok. Seekor panda raksasa liar terekam kamera inframerah muncul di ketinggian 4.120 meter di kawasan aliran batu gletser (scree) di atas garis pohon di Kota Ya'an, Provinsi Sichuan, Tiongkok barat daya.
Menurut pihak berwenang setempat dan Taman Nasional Panda Raksasa (kawasan Fengtongzhai), kamera yang dipasang di area Hongshandian Sanjiaojian itu menangkap footage seekor panda raksasa liar yang sedang berjalan tenang melewati medan berbatu ekstrem pada siang hari di bulan Maret 2025.
Panda tersebut sempat beristirahat sebentar di atas bebatuan sebelum melanjutkan perjalanan. Ini merupakan catatan pertama kehadiran panda raksasa di titik monitoring tersebut.
Area tersebut berada jauh di atas garis pohon, hanya terdiri dari bebatuan gundul dan tidak memiliki hutan bambu sama sekali—sumber makanan utama panda raksasa.
Biasanya, panda raksasa hidup di hutan pegunungan beriklim sedang pada ketinggian 1.500–3.500 meter di mana bambu melimpah. Ketinggian di atas 4.000 meter yang minim sumber makanan sangat jarang dikunjungi spesies ini.
Lokasi itu selama ini dikenal sebagai habitat penting spesies alpine seperti macan tutul salju (snow leopard) dan kambing biru (blue sheep).
Data monitoring jangka panjang menunjukkan aktivitas macan tutul salju yang sangat sering di sana, namun belum pernah ada catatan panda sebelumnya.
Penemuan ini secara langsung membuktikan adanya tumpang tindih habitat dan konektivitas koridor ekologi antara dua spesies unggulan tersebut di kawasan ketinggian ekstrem.
Para peneliti menduga kehadiran panda di ketinggian ekstrem ini terkait dengan pertukaran gen antarpopulasi atau migrasi vertikal musiman.
Seiring kemajuan pembangunan Taman Nasional Panda Raksasa, kualitas habitat meningkat dan rantai ekologi vertikal dari hutan dataran rendah hingga aliran batu gletser menjadi lebih utuh, sehingga memungkinkan pergerakan seperti ini.