POSMETRO MEDAN- Gedung DPR/MPR/DPD RI di Senayan, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026 akan menjadi panggung Sidang Tahunan MPR RI sekaligus Sidang Bersama DPR-DPD RI mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB.
Di sinilah Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato kenegaraan menjelang HUT ke-81 RI.
Tapi bayangan sidang ini sudah lebih dulu diwarnai kenangan yang tidak nyaman dari setahun lalu.
Pada Agustus 2025, setelah Presiden selesai berpidato, sejumlah anggota DPR berjoget mengikuti irama musik yang diputar dalam ruang sidang. Video itu menyebar, publik bereaksi keras, dan polemik yang semula hanya tentang ekspresi kegembiraan berkembang menjadi bagian dari gelombang kritik yang lebih luas terhadap DPR.
Lima anggota dewan — Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi NasDem, Adies Kadir dari Fraksi Golkar, serta Uya Kuya dan Eko Patrio dari Fraksi PAN — sempat dinonaktifkan sementara. Kini mereka semua sudah aktif kembali.
Ketua DPR RI Puan Maharani,Rabu, 12 Agustus 2026, berdiri di depan wartawan usai gladi kotor dan ditanya: apa yang berbeda tahun ini?
"Insyaallah nanti pada hari H kami semua akan tentu saja akan lebih introspeksi, lebih khidmat, akan lebih bisa menjaga diri kami untuk bisa lebih fokus dalam mengikuti acara kenegaraan tersebut," kata Puan--seperti dikutip dari sebuah postingan anonim facebook @Dasar Desus Cerdas yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Kamis 13 Agustus 2026.
Dia menyebut insiden 2025 terjadi secara spontan karena kegembiraan, dan bukan bermaksud tidak menghormati acara kenegaraan.
Tapi janji saja tampaknya tidak cukup — panitia Sekretariat Jenderal MPR-DPR-DPD juga mengambil langkah konkret.
Mahyu, pejabat yang menangani persiapan sidang, memastikan playlist musik tahun ini diubah total: hanya lagu-lagu nasional dan daerah yang akan diputar, dan diprioritaskan hanya di luar rundown acara resmi. "Kami juga menyadari, dan kita terus-menerus evaluasi," kata Mahyu.