POSMETRO MEDAN,Bila seseorang ingin membangun sebuah gedung yang megah, maka ia harus menyiapkan pondasi yang kuat dan kokoh.
Pondasi inilah yang menjadi dasar berdirinya bangunan yang tinggi dan indah. Dalam perjalanannya, jika ada perubahan atau penambahan, tidak perlu merusak pondasi, cukup melengkapi atau memperkuat bagian yang dirasa kurang.
Dengan begitu, bangunan akan semakin kuat, megah, dan nyaman ditempati.
Demikian pula halnya dengan Polri. Saat ini banyak masyarakat, akademisi, hingga pakar berbagai disiplin ilmu memberikan kritik dan masukan terkait sistem manajemen serta kinerja kepolisian.
Semua itu pada dasarnya bertujuan agar Polri semakin baik dalam melaksanakan tugasnya. Kritik adalah bukti cinta masyarakat kepada Polri, sekaligus menunjukkan bahwa Polri tidak anti kritik, melainkan terbuka untuk perbaikan.
Dari sudut pandang keagamaan, kritik dan masukan tersebut dapat dipandang sebagai amal kebaikan yang bergerak menuju satu tujuan, yakni memperkuat lembaga Polri.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri."
Mengingatkan dalam kebaikan adalah wujud kepedulian yang lahir dari cinta, agar saudara kita tidak menyimpang dan mendapatkan kebaikan.
Oleh karena itu, besar harapan agar Polri mampu menjadi lembaga yang menghasilkan serta menyebarkan amal kebaikan di tengah masyarakat. Untuk mencapainya, Polri harus diisi oleh orang-orang pilihan, yang baik secara jasmani maupun rohaninya.
Lembaga ini bisa disebut sebagai Darul Amal—rumah bagi amal kebaikan. Namun, semua itu hanya bisa diwujudkan jika Polri berpegang pada keyakinan spiritual yang kuat.