POSMETRO MEDAN, Medan - Gagasan menghadirkan Kampung Haji Indonesia di Mekkah kian menguat sebagai simbol kehadiran Indonesia di Tanah Suci.
Kawasan yang dirancang menjadi pusat layanan jamaah ini lahir dari capaian diplomatik setelah Indonesia memenangkan tender pengelolaan area strategis di Mekkah.
Pemerintah menyebut kawasan tersebut akan menjadi lokasi terintegrasi bagi pelayanan jamaah haji dan umroh Indonesia, termasuk penginapan, pusat layanan, hingga fasilitas pendukung lainnya yang memudahkan jamaah selama beribadah.
Langkah awal kehadiran Indonesia ditandai dengan akuisisi Hotel Novotel Makkah Thakher City yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Ke depan, pemerintah melalui skema investasi nasional menyiapkan pengembangan kawasan tersebut dengan pembangunan sejumlah menara hotel tambahan dan fasilitas pendukung lainnya.
HIPSI: Kampung Haji Momentum Ekonomi Umat
Dukungan terhadap proyek ini datang dari berbagai kalangan, termasuk Himpunan Pengusaha Syariah Indonesia (HIPSI).
Ketua Umum HIPSI, Efriadi Gusman Effendi atau yang akrab disapa Bang Redy, menyebut Kampung Haji sebagai langkah strategis yang bukan hanya meningkatkan pelayanan jamaah, tetapi juga membuka peluang ekonomi umat.
"Kami sangat mengapresiasi hadirnya Kampung Haji. Ini bukan hanya soal bangunan, tapi tentang menghadirkan Indonesia lebih dekat dengan jamaahnya di Tanah Suci," ujarnya.