POSMETRO MEDAN,Riau– PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), salah satunya pada Ruas Tol Rengat–Pekanbaru Seksi Junction Pekanbaru–Bypass Pekanbaru.
Hingga Januari 2026, progres konstruksi ruas tol tersebut telah mencapai 71,07 persen, sementara progres pengadaan lahan tercatat sebesar 83,52 persen.
Salah satu struktur utama pada ruas ini, yakni Jembatan Siak, kini memasuki tahap akhir penyelesaian dengan progres konstruksi mencapai 98 persen.
Jembatan yang melintasi Sungai Siak tersebut menjadi elemen strategis dalam memperkuat konektivitas wilayah Pekanbaru dan sekitarnya.
"Sungai Siak dikenal sebagai salah satu sungai terdalam di Indonesia dan selama ini menjadi pemisah alami antara sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Kehadiran Jembatan Siak di STA 193+560 ini menjadi jembatan kelima yang menghubungkan kawasan tersebut, sekaligus memperkuat jaringan jalan tol sebagai jalur distribusi utama," ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah.
Jembatan Siak memiliki panjang total 214,5 meter dengan bentang utama sepanjang 97,5 meter. Infrastruktur ini dirancang untuk meningkatkan kelancaran arus lalu lintas, mempercepat mobilitas masyarakat, serta mendukung efisiensi distribusi barang dan jasa di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya.
Dari sisi konstruksi, jembatan ini menggunakan struktur box girder dengan metode balanced cantilever menggunakan form traveller. Pekerjaan struktur utama berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar enam bulan, mencerminkan efektivitas perencanaan dan pelaksanaan konstruksi di lapangan.
Ruas Tol Rengat–Pekanbaru Seksi Junction Pekanbaru–Bypass Pekanbaru nantinya akan terintegrasi dengan sejumlah ruas tol utama lainnya, yakni Tol Pekanbaru–Rengat, Tol Pekanbaru–Dumai, serta Tol Pekanbaru–Bangkinang–XIII Koto Kampar, yang seluruhnya merupakan bagian dari jaringan JTTS.
"Keberadaan Jembatan Siak berperan penting dalam memperkuat integrasi antar-ruas tol di Provinsi Riau serta mendukung kelancaran distribusi logistik. Kami berharap infrastruktur ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," tambah Mardiansyah.
Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan arteri, proyek ini juga membuka akses menuju kawasan industri, perdagangan, serta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di sekitar Pekanbaru.