POSMETRO MEDAN, China-Sebuah pemandangan tak biasa mendadak viral di media sosial dan menyita perhatian warganet internasional.
Di tengah berbagai persepsi dunia terkait isu intoleransi, sebuah wilayah di China justru menampilkan wajah berbeda melalui kemeriahan pasar takjil Ramadan yang dipadati ribuan pengunjung hingga disebut memecahkan rekor keramaian.
Dalam rekaman video yang beredar luas, terlihat lautan manusia memadati sepanjang jalan yang dipenuhi tenda-tenda penjual aneka makanan khas berbuka puasa.
Tak hanya warga Muslim, masyarakat non-Muslim pun tampak antusias berbaur, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan saat berburu kuliner Ramadan.
Fenomena ini sontak memancing beragam reaksi dari warganet Indonesia. Banyak yang mengaku tak menyangka pasar takjil di China bisa semeriah itu.
Salah satu komentar yang mencuri perhatian datang dari akun @xxsahriani yang menuliskan, *"Di China saja keluar rumah cari takjil, apalagi kita yang di Indo."* Komentar tersebut pun ramai disukai dan dibagikan.
Kehadiran pasar takjil ini bukan sekadar menjadi magnet kuliner, melainkan juga simbol kuat kerukunan di tengah keberagaman. Interaksi harmonis antara berbagai latar belakang masyarakat mencerminkan nilai toleransi yang tumbuh dalam kehidupan sosial setempat, khususnya selama bulan suci Ramadan.
Potret kemeriahan tersebut menjadi bukti bahwa semangat Ramadan mampu menembus batas negara, budaya, dan keyakinan. Nilai kebersamaan, saling menghormati, dan kegembiraan berbuka puasa bersama tampak begitu kuat dalam peristiwa ini.
Apakah fenomena ini menjadi penanda babak baru toleransi di Negeri Tirai Bambu? Yang pasti, antusiasme luar biasa pasar takjil Ramadan di China telah berhasil mencuri perhatian dunia dan menghadirkan pesan positif tentang indahnya keberagaman yang hidup berdampingan.(IG/MedanSantara)