POSMETRO MEDAN,Jakarta - Israel menutup akses masuk ke MasjidAl-Aqsa di Kota Tua, Yerusalem, Palestina. Tidak hanya itu, aktivitas ibadah juga dilarang di tempat tersebut.
Dari laporan media local Yerusalem Network dan Al-Quds Al-Bawsala, penutupan ini sudah terjadi sejak agresi militer Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.
"Untuk hari ketiga berturut-turut, pendudukan terus menutup MasjidAl-Aqsa dan melarang salat di sana," lapor Quds Network seperti dilihat dari media sosialnya, Selasa (3/3/2026).
Dalam video yang diunggah di media sosial Al-Quds Al-Bawsala, MasjidAl-Aqsa terlihat kosong. Area yang biasanya ramai jemaah kini terlihat bersih sejak penutupan akses oleh Israel.
Pasukan pendudukan Israel berdalih penutupan akses MasjidAl-Aqsa untuk "keadaan darurat" terkait perang dengan Iran.
"Masjid tampak kosong karena penutupan oleh pendudukan Israel dan pencegahan akses bagi jemaah dengan dalih "keadaan darurat" terkait perang dengan Iran," tulis laporan itu.
Seorang pelancong dari Indonesia di Palestina turut mengonfirmasi penutupan akses MasjidAl-Aqsa di Yerusalem usai meningkatnya eskalasi antara Israel dan Iran.
"Sudah tiga hari nggak ada salat Tarawih, nggak ada aktivitas sama sekali. Yang ditutup nggak cuma Al-Aqsa-nya aja tapi Kota Tua-nya juga. Jadi yang toko-toko ditutup semua," ujarnya saat dimintai konfirmasi, Selasa (3/3/2026).
Kantor berita WAFA turut melaporkan, penutupan MasjidAl-Aqsa bertepatan dengan pengumuman militer Israel tentang penutupan Tepi Barat, beberapa jam setelah serangan skala besar yang dilancarkan Israel dan Amerika terhadap Iran.
"Pasukan pendudukan telah menutup MasjidAl-Aqsa pada Sabtu pagi, memaksa para jemaah pergi dan mencegah pelaksanaan salat Isya dan Tarawih," lapor WAFA, Senin (2/3/2026).