POSMETRO MEDAN,Jakarta – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo menyampaikan tanggapan terkait kisahAipda Vicky Aristo yang belakangan menjadi perhatian publik.
Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut harus dijadikan refleksi penting bagi institusi Polri dalam menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat.
Kapolri mengaku telah mengikuti perkembangan aspirasi yang muncul di tengah masyarakat, termasuk cerita yang melibatkan Aipda Vicky Aristo.
Menurutnya, fenomena tersebut bukan sekadar isu viral, melainkan cerminan yang harus disikapi secara serius demi perbaikan organisasi secara menyeluruh.
Dalam pernyataannya, Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa institusi Polri terbuka terhadap berbagai bentuk kritik, saran, hingga keluhan dari anggotanya.
Ia menyebut masukan tersebut sebagai "obat" yang dapat menyehatkan organisasi, sekaligus mendorong Polri untuk terus berbenah menuju institusi yang Presisi.
Terkait keputusan Aipda Vicky Aristo yang memilih jalan hidup baru, Kapolri menyatakan penghormatan atas pilihan tersebut.
Ia menilai bahwa jiwa Bhayangkara tidak semata-mata terikat pada seragam, melainkan tercermin dari sikap jujur dan keberanian dalam menegakkan kebenaran, baik saat masih aktif bertugas maupun setelah kembali ke masyarakat.
Lebih lanjut, Kapolri kembali mengingatkan seluruh jajaran bahwa pangkat dan jabatan hanyalah titipan, sementara integritas dan nama baik akan melekat sepanjang hayat.
Ia juga mendorong anggota Polri untuk tidak ragu menyampaikan aspirasi apabila merasa ada sistem yang perlu diperbaiki atau mengalami tekanan dalam menegakkan kebenaran.