POSMETRO MEDAN, Thailand- Seorang pria di Thailand bernama Winij (59) meninggalkan wasiat tak biasa menjelang akhir hayatnya.
Ia meminta agar prosesi pemakamannya dihadiri penari sebagai bentuk hiburan bagi para pelayat, alih-alih berlangsung dalam suasana duka yang mendalam.
Dilansir dari media setempat, Winij diketahui telah lama mengidap penyakit kronis dan menyadari kondisinya semakin memburuk.
Menyadari ajalnya kian dekat, ia pun menyampaikan keinginan terakhirnya kepada keluarga agar pemakamannya dibuat berbeda dari biasanya.
Keluarga Winij akhirnya memutuskan untuk menghormati permintaan tersebut. Setelah prosesi ritual keagamaan Buddha selesai dilaksanakan, sejumlah penari dihadirkan untuk tampil di hadapan para pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir.
Suasana pemakaman pun tampak tidak biasa. Sejumlah penari wanita, yang dikenal sebagai "coyote dancers" di Thailand, tampil di depan peti jenazah. Penampilan tersebut disaksikan langsung oleh keluarga dan tamu undangan yang hadir di lokasi.
Semasa hidupnya, Winij dikenal sebagai sosok yang ceria dan penuh semangat. Ia tidak ingin kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam, melainkan ingin dikenang sebagai pribadi yang membawa kebahagiaan bagi orang-orang di sekitarnya.
Meski berlangsung dalam konteks upacara pemakaman, acara tersebut terasa lebih "hidup" dibandingkan prosesi pada umumnya.
Di beberapa budaya, termasuk di Thailand, terdapat tradisi yang memperbolehkan pemakaman dirayakan sebagai bentuk penghormatan terhadap kehidupan seseorang, bukan semata-mata sebagai momen berkabung.
Sekadar diketahui, Coyote dancers adalah istilah yang digunakan di Thailand untuk menyebut penari wanita yang tampil dengan gaya energik dan sensual, biasanya di tempat hiburan malam, acara pesta, atau event tertentu.