POSMETRO MEDAN,Makkah — Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jemaah haji Indonesia diimbau untuk menjaga kesiapan fisik dan mental.
Fase Armuzna yang berlangsung pada 9–10 Zulhijjah atau bertepatan dengan 26–27 Mei 2026 diperkirakan menjadi salah satu tahapan paling berat dalam rangkaian ibadah haji.
Imbauan tersebut disampaikan mengingat kondisi cuaca di Tanah Suci yang cukup ekstrem. Suhu udara diperkirakan mencapai 44 hingga 48 derajat Celsius. Selain itu, kawasan Armuzna juga akan dipadati sekitar dua juta jemaah haji dari berbagai negara.
Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kesehatan jemaah, khususnya lansia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Oleh karena itu, jemaah diminta menjaga stamina, memperbanyak konsumsi air putih, mengatur waktu istirahat, serta menghindari aktivitas berlebihan sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah.
Di tengah persiapan menuju fase puncak haji, Anggota Tim Pengawas Haji juga mengingatkan pentingnya disiplin mengikuti arahan petugas haji agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar dan aman.
Selain menjaga kondisi tubuh, jemaah juga diminta mempersiapkan mental dan kesabaran menghadapi kepadatan selama proses Armuzna. Kepadatan arus jemaah, antrean transportasi, hingga keterbatasan ruang menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama selama pelaksanaan ibadah puncak haji.
Pemerintah Indonesia melalui petugas haji terus melakukan berbagai persiapan untuk memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan optimal, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga layanan kesehatan selama fase Armuzna berlangsung.
Jemaah diharapkan tetap fokus menjalankan ibadah dengan tertib dan menjaga kebersamaan agar pelaksanaan haji tahun 2026 dapat berlangsung aman, nyaman, dan khusyuk.(RED)