POSMETRO MEDAN,Medan– Rasa takut dan keresahan yang selama ini menghantui para nasabah bank di Kota Medan akhirnya mulai menemukan titik terang.
Setelah berbulan-bulan menerima laporan masyarakat terkait maraknya pencurian dengan modus ganjal ATM, Tim Jatanras Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan berhasil membongkar komplotan yang diduga menjadi dalang di balik serangkaian aksi kejahatan tersebut.
Dua pria yang diduga merupakan anggota komplotan spesialis ganjal ATM berhasil ditangkap dalam operasi yang dilakukan secara bertahap. Mereka adalah Muammar alias Komeng, warga Deli Serdang, dan Ilham Sahputra alias Ipan, warga Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Fakta yang terungkap dalam penyelidikan semakin mengejutkan. Kedua tersangka diketahui bukan pemain baru dalam dunia kriminal. Berdasarkan data kepolisian, Muammar alias Komeng merupakan residivis kasus ganjal ATM yang sebelumnya pernah menjalani proses hukum atas kejahatan serupa.
Sementara Ilham Sahputra alias Ipan tercatat sebagai residivis kasus narkotika. Riwayat kriminal tersebut memperkuat dugaan bahwa aksi yang mereka lakukan merupakan bagian dari aktivitas kejahatan yang telah berulang kali dilakukan.
Penangkapan tersebut menjadi jawaban atas keresahan masyarakat yang selama ini mempertanyakan mengapa kasus ganjal ATM terus berulang di lokasi yang sama tanpa pernah terungkap secara jelas.
Dari hasil penyelidikan awal, kedua tersangka diduga bukan pelaku dadakan, melainkan bagian dari kelompok yang telah berulang kali menjalankan aksi serupa dengan pola yang terorganisir.
Muammar lebih dulu diamankan setelah Tim Jatanras mendapatkan informasi mengenai keberadaannya di Kota Tebing Tinggi. Dari penangkapan itu, polisi kemudian melakukan pengembangan hingga akhirnya berhasil meringkus Ilham Sahputra alias Ipan di sebuah rumah kos di kawasan Medan Petisah.
Pengungkapan ini membuka fakta mengejutkan. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka diduga telah beraksi secara berulang di sedikitnya 23 titik ATM yang tersebar di Kota Medan, Binjai hingga Tebing Tinggi.
Lokasi yang menjadi sasaran mereka bukanlah tempat yang sepi. Sebaliknya, para pelaku diduga memilih ATM yang ramai dikunjungi masyarakat seperti ATM BNI Gaperta, ATM Center Marelan, kawasan Padang Bulan, Selayang, Simalingkar, Kampus Haji Anif, hingga sejumlah SPBU dan gerai ritel modern.