POSMETRO MEDAN, Bengkulu— Polresta Bengkulu mengungkap rangkaian kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Indo Melvi Yunadatia (24), pekerja Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padang Serai. Jenazah Melvi ditemukan di aliran sungai Kampung Bahari, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, pada Senin (14/9/2026).
Dalam konferensi pers Kamis (17/9/2026), polisi membeberkan dugaan kekerasan seksual yang dialami korban sebelum ditenggelamkan. Tersangka RPP (25) alias R, warga Kota Bengkulu, telah diamankan dan mengakui perbuatannya setelah pemeriksaan intensif.
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 02.30 WIB saat Melvi berangkat kerja menuju SPPG Padang Serai. Di perjalanan, ia bertemu RPP yang motornya disebut rusak di pinggir jalan kawasan Kampung Bahari Ujung, Kelurahan Sumber Jaya.
Melvi menolong dan membantu mengantar motor tersangka ke rumahnya. Setelah sampai, RPP meminta diantar kembali ke SPPG. Dalam perjalanan, tersangka berkali-kali meminta berbalik arah dengan alasan mengambil jilbab istrinya yang tertinggal. Polisi menduga gerakan bolak-balik itu dilakukan untuk memastikan lokasi sepi.
Kemudian RPP mengajak Melvi berhubungan seksual. Korban menolak. Setelah penolakan, tersangka meminta motor dihentikan di tempat sepi, menarik bahu Melvi, lalu membekap mulutnya hingga tidak berdaya.
"Korban sempat berteriak karena kaget. Kemudian tersangka membekap mulut korban sampai korban tidak berdaya," kata Rahmad.
Polisi menduga RPP kemudian melakukan persetubuhan terhadap Melvi. Setelah itu, keduanya menuju tepi sungai. Keduanya terjatuh di area bronjong sehingga Melvi masuk ke air.
Tersangka mencari tubuh korban, mengambil batu besar dari sekitar bronjong, dan memasukkannya ke dalam pakaian Melvi. Dua batu lain diletakkan di atas tubuhnya agar tetap tenggelam.
"Batu diambil dari sekitar bronjong, kemudian dimasukkan ke dalam baju korban. Tujuannya agar korban tenggelam," jelas Rahmad.
Setelah itu, RPP menyembunyikan sepeda motor korban di semak-semak, menutupinya dengan karung dan sampah, serta membuang barang-barang milik Melvi di sekitar sungai. Ia lalu meninggalkan lokasi.