POSMETRO MEDAN,Deli Serdang – Seorang nelayan bernama Teja Harun (35), warga Dusun II Desa Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, ditemukan tewas mengapung di Perairan Muara Serambi Deli, Dusun IV Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Sabtu (30/8/2025).
Ayah dua anak itu diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan balok es dan engkol mesin sampan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban dilaporkan hilang sejak Kamis (28/8/2025) sekitar pukul 15.40 WIB saat melaut bersama rekannya, Muhammad Juniarto alias Sulung.
Setelah dilakukan pencarian, jasad korban akhirnya ditemukan mengapung pada Sabtu (30/8/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Jenazah sempat dibawa ke RS Bhayangkara Medan sebelum diserahkan ke pihak keluarga dan dimakamkan pada malam harinya.
Berdasarkan keterangan sementara, korban disebut sempat jatuh ke laut ketika berada di sampan. Saat berusaha naik kembali dengan memegang sisi sampan, korban diduga dipukul menggunakan balok es hingga terjatuh.
Korban kembali berupaya naik, namun kembali dipukul dengan engkol mesin sampan hingga akhirnya tenggelam dan tidak muncul lagi ke permukaan. Engkol mesin tersebut bahkan ditemukan dibuang ke laut.
Sejumlah nelayan lain yang melintas kemudian melihat Sulung sendirian di sampan korban. Saat ditanya mengenai keberadaan Teja, Sulung hanya menjawab korban tercebur ke laut bersama engkol mesin.
Keterangan itu menimbulkan kecurigaan, karena posisi mesin berada di tengah sampan sehingga kecil kemungkinan engkol bisa tercebur bersamaan dengan korban.
Setibanya di tepi pantai, Sulung sempat bertingkah agresif dengan mencoba menyerang warga yang sedang beraktivitas. Aksinya membuat warga panik dan melarikan diri.
Namun, seorang warga berani melawan hingga akhirnya Sulung berhasil diamankan bersama warga lainnya, lalu diserahkan kepada aparat desa dan kepolisian. Dalam proses pengamanan, Sulung mengaku korban dipukul dengan balok es dan engkol mesin.