Dugaan Perdagangan Bayi di Medan

Kepling : Klinik Sudah Lama, "Saya tak Tahu Ada Praktik Ilegal"

Administrator - Sabtu, 20 September 2025 22:23 WIB
ist
Suasana rumah sepi setelah adanya penggerebekan polisi.

POSMETRO MEDAN, Medan – Penggerebekan sebuah klinik bersalin di Jalan Bromo, Gang Sentosa, Kecamatan Medan Area, oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), Rabu (17/9/2025) mengejutkan warga setempat.

Dalam operasi tersebut, delapan orang ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam praktik perdagangan bayi.

Kepala Lingkungan 2 Kelurahan Tegal Sari II, Nurul Sujarwati, mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas ilegal di klinik yang sudah lama beroperasi di wilayahnya. Ia mengaku baru mengetahui kasus ini setelah dikonfirmasi oleh wartawan.

"Adanya dugaan penjualan bayi, saya tidak tahu. Dan ada9l penangkapan di situ, saya baru tahu hari ini," kata Nurul saat ditemui di Kantor Lurah Tegal Sari II, Sabtu (20/9/2025).

Nurul menjelaskan, klinik tersebut sudah berdiri sebelum dirinya menjabat sebagai kepala lingkungan. Ia juga mengenal salah satu tenaga medis yang bekerja di sana, Bidan M. Br. Allagan, yang disebutnya merupakan ibu dari seorang warga.

"Sudah lama klinik itu, Bang. Setahu saya, (Bidan) Allagan itu ibunya Yuliana yang membuka klinik juga depan rumah mamaknya. Sekarang memang usaha itu dijalankan oleh Yuliana sepertinya suami Yuliana kalau gak salah saya juga polisi, karena ibunya sudah tua dan tidak bisa bekerja lagi," jelasnya.

Penggerebekan Polda Sumut itu sontak membuat geger suasana tenang di gang sempit tersebut pada Rabu sore. Menurut informasi yang dihimpun, kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari seorang pria yang diduga merupakan pasangan dari wanita yang melahirkan di klinik tersebut.

Berbekal laporan itu, petugas bergerak cepat dan mengamankan delapan orang di dua lokasi berbeda. Di antara mereka yang ditangkap adalah berinisial MRT, bidan yang membantu persalinan, serta pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan perdagangan bayi ini.

Sementara itu, seorang warga sekitar yang ditemui wartawan mengaku sering melihat perempuan muda keluar masuk ke dalam klinik tersebut. Namun, ia tak menyangka ada praktik ilegal yang terjadi di dalamnya.

"Memang sering perempuan muda keluar masuk klinik, Bang. Tapi kami nggak tahu lah mereka ngapain di dalam," ujar seorang ibu paruh baya yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Sumut masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap seluruh jaringan dan peran masing-masing pihak yang sudah diamankan.(Rez)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Kriminal

Jaringannya Terputus, 1 Bayi Dijual Rp10-Rp15 Juta