POSMETRO MEDAN, Medan -Peristiwa mengejutkan dialami seorang driver ojek online (ojol) bernama Dimas Syahputra, warga Medan. Malam itu, sekitar pukul 19.30 WIB, Dimas menerima notifikasi pesanan GO-SEND melalui aplikasinya. Dalam pesanan tersebut tertulis pengantaran paket berupa makanan ke Jalan Besar Delitua, Kabupaten Deli Serdang.
Awalnya, Dimas merasa senang mendapat orderan di jam yang cukup sepi itu. Ia pun segera menuju titik penjemputan yang tertera di aplikasi tanpa menaruh rasa curiga sedikit pun. Menurut pengakuannya, paket tersebut dibungkus rapi menggunakan kotak makanan, seperti pesanan pada umumnya.
Namun, setibanya di alamat tujuan, Dimas mulai merasa janggal. Ia berulang kali mencoba menghubungi nomor penerima yang tertera atas nama Romi, tetapi panggilannya tidak pernah dijawab. Pesan singkat yang dikirim pun tak mendapat balasan.
"Awalnya saya pikir mungkin orangnya sedang di dalam rumah atau sibuk, jadi saya tunggu di depan rumah sesuai alamat di aplikasi. Tapi hampir 20 menit saya tunggu, tetap tidak ada respon," ujar Dimas saat dimintai keterangan oleh petugas kepolisian di Polsek Delitua, Rabu (22/10/2025) malam.
Karena penasaran dan merasa ada yang tidak beres, Dimas akhirnya memutuskan untuk memeriksa isi bungkusan yang disebut sebagai makanan. Begitu ia membuka kemasan tersebut, betapa terkejutnya ia melihat isi di dalamnya bukan makanan, melainkan bungkusan plastik bening berisi serbuk putih yang diduga kuat narkotika jenis sabu.
"Saya langsung kaget, tangan saya gemetar. Saya takut nanti dikira saya yang punya barang itu. Jadi saya langsung bawa ke Polsek Delitua dan melapor," tambah Dimas.
Petugas piket Polsek Delitua yang menerima laporan Dimas segera menindaklanjuti dan memeriksa barang bukti. Setelah dilakukan pengecekan awal, petugas memastikan bahwa bungkusan tersebut memang berisi narkotika jenis sabu dengan berat yang masih dalam proses penimbangan oleh unit Reserse Narkoba.
Kapolsek Delitua, AKP panggil sarianto simbolon, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas tindakan cepat dan keberanian sang driver ojol yang memilih melapor ketimbang diam.
"Benar, kami telah menerima laporan dari seorang driver ojol yang menemukan bungkusan berisi sabu di dalam paket yang ia antar. Barang bukti sudah diamankan dan sedang kami kembangkan untuk mengetahui siapa pengirim serta penerimanya," ungkap Kapolsek.
Pihak kepolisian menduga pengiriman narkoba melalui jasa pengantaran online kini menjadi salah satu modus baru jaringan peredaran narkoba. Dengan memanfaatkan sistem pengantaran tanpa tatap muka langsung antara pengirim dan penerima, para pelaku berharap bisa mengelabui petugas.
Editor
: Salamudin Tandang