POSMETRO MEDAN,Jakarta– Sentimen negatif terhadap PT PLN (Persero) di bawah kepemimpinan Direktur Utama, Darmawan Prasodjo diprediksi terus meningkat.
Sorotan publik terhadap perusahaan pelat merah itu kembali mencuat setelah muncul dugaan keterlibatan pejabat tinggi PLN dalam kasus kekerasan di Depok.
Peristiwa tersebut mencuat setelah akun Instagram @depok24jam mengunggah video yang memperlihatkan tindakan kekerasan di Jalan Raya Cinere, Depok, Jawa Barat, pada Minggu (26/10/2025).
Video itu juga diunggah oleh Polres Metro Depok dan langsung viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, tampak seorang pria mengenakan kaos merah mengamuk sambil membawa senjata tajam jenis parang panjang. Belakangan, pria itu diduga kuat adalah Executive Vice President (EVP) PLN, Chorinus Eric Nerokou alias CEN, sebagaimana informasi yang dirilis pihak kepolisian usai mengamankan pelaku.
Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, wartawan mencoba mengonfirmasi langsung kepada Dirut PLN Darmawan Prasodjo melalui pesan WhatsApp.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Hal serupa juga terjadi pada Direktur Legal & Human Capital Management (LHC) PLN, Yusuf Didi Setiarto, yang memilih tidak merespons permintaan konfirmasi.
Di tengah sikap bungkam tersebut, beredar informasi bahwa Darmawan Prasodjo menggelar rapat mendadak bersama jajaran manajemen atas PLN, termasuk para general manager di seluruh Indonesia. Rapat itu disebut membahas langkah penyelamatan citra korporasi usai kasus ini mencuat ke publik.