POSMETRO MEDAN,Medan—Langkah berani Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, kembali menjadi sorotan.
Setelah sukses membongkar jaringan bandar-bandar besar narkoba yang selama ini menjerat masyarakat Kota Medan, kini perwira menengah Polri itu melangkah lebih jauh membongkar akar kejahatan yang selama ini bersembunyi di balik bisnis botot dan rayap besi.
Dalam waktu kurang dari sebulan masa jabatannya, Calvijn telah mengubah wajah pemberantasan kriminalitas di Kota Medan. Ia tidak hanya menindak pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri siapa yang menjadi penyokong ekonomi dari berbagai tindak kejahatan, mulai dari narkoba, begal, pencurian besi, hingga premanisme yang meresahkan warga.
Sabtu (1/11/2025), saat memimpin Apel Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di kawasan Kebun Bunga, Medan, Kombes Calvijn mengeluarkan perintah tegas kepada seluruh jajarannya: barak-barak narkoba harus menjadi sasaran utama sepanjang November 2025.
Apel tersebut dihadiri ratusan personel gabungan dari Sat Brimobda Polda Sumut, Dit Samapta, serta seluruh Polsek jajaran Polrestabes Medan.
Dalam arahannya, Calvijn menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya soal memberantas pengguna dan pengedar, tetapi juga menghancurkan akar penyebabnya.
"Rantai kejahatan ini harus diputus. Kalau kita biarkan, apakah kita rela narkoba ada di depan kamar anak-anak kita? Untuk bulan ini, fokus kita adalah barak-barak narkoba," ujarnya lantang di hadapan personel.
Dalam 22 hari masa jabatannya, Polrestabes Medan telah menangani 281 kasus kejahatan, dan mencengangkan 253 di antaranya terkait penyalahgunaan narkotika.
Fakta ini menjadi bukti nyata bahwa narkoba bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga sumber dari banyak tindak kriminal di Medan.
Kombes Calvijn juga menaruh perhatian khusus pada tiga wilayah yang dianggap rawan kriminalitas tinggi, yakni Medan Tembung, Medan Sunggal, dan Medan Baru.