POSMETRO MEDAN,Asahan – Zainal, orangtua dari Ananda Isnaini Putri alias AIP (20), mengungkapkan kronologi terakhir pertemuan putrinya dengan sang suami, Muhammad Ali alias MA (29), sebelum AIP ditemukan meninggal dunia.
Kesaksian tersebut disampaikan Zainal menyusul terungkapnya kasus pembunuhan yang dilakukan MA terhadap istrinya sendiri.
Menurut Zainal, pada siang hari sebelum kejadian, MA sempat menghubunginya melalui sambungan telepon untuk menanyakan keberadaan AIP. Saat itu, Zainal menyampaikan bahwa putrinya memang berada di rumahnya di Tanjungbalai.
"Dia menelepon dan menanyakan keberadaan istri saya jawab memang di rumah kami. Dia bilang, kalau memang anak ini mau pisah, dia bersedia menceraikan, tapi dia mau jumpa dulu," ujar Zainal menirukan omongan menantunya, MA.
Zainal mengaku tidak keberatan dengan pertemuan tersebut dan mempersilakan MA datang. Sore harinya, MA pun tiba di rumah orangtua AIP dan sempat berbincang cukup lama. Namun, pertemuan tersebut berujung pertengkaran.
"Setelah lama cerita-cerita, timbul pertengkaran. Dari situ, anak mereka (cucu,Red) saya sempat diancam akan dibawa lari. Anak mereka (cucu) saya sudah dimasukkan ke dalam mobil bersama dua orang rekan pelaku," katanya.
Zainal menuturkan, AIP sempat menangis di kamar karena anaknya dibawa oleh MA. Ia kemudian meminta istrinya untuk membujuk AIP agar tidak terjadi keributan yang lebih besar. Akhirnya, AIP menuruti ajakan suaminya dan ikut pulang ke Kisaran.
"Setelah pulang itu, kami sudah tidak tahu apa-apa lagi," ucap Zainal.
Kekhawatiran keluarga mulai muncul ketika antara waktu Magrib dan Isya, ibu korban berulang kali menghubungi AIP untuk memastikan apakah sudah sampai di rumah. Namun, panggilan tersebut tidak diangkat. Hingga akhirnya, telepon diangkat oleh MA.
"Ditanya mamaknya, 'Ali, Nanda mana?' Dia jawab, 'Ada, Mak, di sini.' Setelah itu telepon dimatikan dan tidak ada kabar sama sekali," ungkapnya.