Posmetro Medan, Labuhanbatu - Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadan, Polres Labuhanbatu melaksanakan penertiban pelaku balap liar dan tempat hiburan malam (THM) di seputaran Kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sabtu (28/2/2026) malam.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya diawali dengan patroli, serta razia balap liar di Jalan SM Raja.
Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya melalui Plt Kasi Humas, Iptu Arwin, Minggu (1/3/2026) menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif dan represif Polri dalam menjaga keamanan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, petugas gabungan berhasil mengamankan 9 sepeda motor yang tidak sesuai spesifikasi teknis, diduga digunakan untuk balap liar. Penindakan dilakukan sebagai bentuk komitmen Polri dalam menekan potensi kecelakaan lalu lintas serta gangguan kamtibmas yang meresahkan masyarakat.
Usai penertiban balap liar, personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Dishub, dan Satpol PP melanjutkan kegiatan penertiban tempat hiburan malam.
Dari hasil operasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial MJH (34), diduga bandar narkoba jenis ekstasi di kawasan parkiran Perumahan Jalan Bypass. Puluhan butir pil ekstasi, uang tunai, dan satu unit kendaraan diamankan sebagai barang bukti. Selain itu, empat orang lainnya turut diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk tes urine.
Menurut Arwin, penertiban balap liar dan THM dilakukan untuk melindungi masyarakat dari potensi gangguan kamtibmas, sekaligus sebagai bentuk keseriusan Polri dalam memberantas peredaran narkoba.
Saat ini seluruh terduga pelaku beserta barang bukti telah diserahkan kepada Satres Narkoba Polres Labuhanbatu guna proses hukum. Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi lintas instansi dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Labuhanbatu.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan melaporkan apabila Menemukan aktivitas yang mencurigakan," tegas Arwin. (BS)