POSMETRO MEDAN,Medan – Sedikit demi sedikit motif pembunuhan terhadap seorang wanita muda bernama Rahmadani Siagian alias RS (20) yang ditemukan tewas di dalam boks plastik mulai terungkap. Dalam kasus ini, polisi telah mengamankan dua orang pelaku berinisial SAN (19) dan SHR (19).
Dari video penangkapan yang beredar di media sosial, tersangka SHR yang merupakan seorang driver ojek online mengaku hanya membantu pelaku utama, SAN, dalam membuang jasad korban. Saat diinterogasi penyidik di lokasi penangkapannya, SHR mengatakan dirinya diminta bantuan oleh SAN melalui sambungan telepon.
"Cuma ngambil saja, Pak. Pagi itu dia telepon, katanya 'Bib aku silap membunuh cewek MiChat' (aplikasi pesan instan gratis yang dikembangkan di Singapura untuk Android dan iOS, yang dirancang untuk komunikasi, pertemanan, dan berbagi momen)," kata SHR menirukan ucapan SAN saat dimintai keterangan oleh petugas.
SHR mengaku awalnya menolak permintaan tersebut. Namun, SAN terus menghubunginya dan meminta bantuan dengan iming-iming akan memberikan sejumlah uang.
"Awalnya mau saya tolak, tapi dia terus menelepon-telepon saya," ujar SHR. Namun hingga saat ini, menurut pengakuannya, ia belum menerima uang yang dijanjikan tersebut.
Kasus pembunuhanRahmadani Siagian, seorang penjaga konter ponsel di Kota Medan, merupakan warga Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara itu diduga terlibat pertengkaran dengan pelaku SAN saat keduanya menginap di sebuah penginapan di Gang Kenanga, Kecamatan Medan Denai.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan bahwa pelaku SAN mengakui telah menghabisi nyawa korban di dalam kamar penginapan pada Senin (9/3/2026).
"Pelaku menghabisi nyawa korban di dalam kamar penginapan, tepatnya di atas tempat tidur," ujar Calvijn, Jumat (13/3/2026).
Setelah melakukan pembunuhan, SAN kemudian menghubungi rekannya SHR untuk meminta bantuan. SHR diminta membawa sebuah boks kontainer plastik yang kemudian digunakan untuk memasukkan jenazah korban.
Tidak lama kemudian, SHR menyerahkan boks tersebut kepada SAN di gerbang depan penginapan. Dalam kondisi panik, SAN memasukkan jasad Rahmadani ke dalam boks setelah sebelumnya membungkus tubuh korban menggunakan selimut dari penginapan.