POSMETRO MEDANLabuhanbatu
Genderang perang terhadap narkotika resmi ditabuh di Bumi Ika Bina En Pabolo.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu bersama Sat Resnarkoba Polres Labuhanbatu menggelar operasi sosialisasi besar-besaran terkait Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Langkah ekstrem ini diambil demi memutus total mata rantai mafia narkoba yang kian beringas mengancam warga.
Hadir dalam kegiatan krusial ini jajaran elit daerah, mulai dari Staf Ahli Bupati, Asisten III, pimpinan OPD, hingga Camat, Lurah, dan tokoh lintas agama.
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan benteng pertahanan terakhir untuk memperkuat imunitas sosial masyarakat dari serangan zat haram.
Suasana sosialisasi mendadak tegang saat Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Hardiyanto SH. MH., membongkar siasat licik para pengedar. Ia mengeluarkan peringatan maut mengenai munculnya New Psychoactive Substances (NPS) yang kini beredar luas dengan modus penyamaran yang sangat rapi.
"Waspada! Saat ini banyak narkotika jenis baru yang disamarkan dalam bentuk liquid vape (rokok elektrik), suplemen, bahkan berbentuk permen. Ini dirancang untuk mengelabui petugas dan orang tua, namun efeknya jauh lebih mematikan karena langsung merusak saraf otak secara permanen" tegas Pria yang akrab disapa Didot itu, Kamis (7/5).
Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita Sp.OG. M.KM yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Ir. Hasan Heri Rambe menegaskan bahwa Pemkab berkomitmen penuh membumihanguskan narkoba. Ia menyerukan kolaborasi brutal antara pemerintah, polisi, dan masyarakat.
"Persoalan narkoba adalah ancaman nyata. Kita ingin memastikan generasi muda Labuhanbatu tumbuh sehat tanpa pengaruh zat terlarang. Pemerintah daerah tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi peredaran gelap" ujar Sekda dalam sambutannya.