POSMETRO MEDAN,Mojokerto - Satuan (43) mengaku menyesal setelah membunuh ibu mertua dan melukai istrinya di Mojokerto. Namun, yang membuat badut penjual balon ini susah tidur adalah kepikiran anak balitanya.
"Menyesal pasti menyesal. Yang bikin tidak bisa tidur karena kepikiran anak saya yang kecil terus," ujar Satuan saat ngobrol hangat dengan Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata.
Perbincangan santai Satuan dengan Andi di lobi Mapolres Mojokerto pada Kamis (7/5) sore. Badut penjual balon ini mengizinkan semua ceritanya direkam awak media untuk dipublikasikan.
Ia lantas mengungkapkan unek-uneknya terkait anak. Menurut Satuan, tidak mudah mengasuh anak balitanya. Sebab sang anak kerap rewel apabila keinginannya tidak dipenuhi. Di sisi lain, ia tidak percaya dengan istrinya, Sri Wahyuni atau Yuni (35).
Menurutnya Yuni jarang mau mengasuh anak balitanya dengan dalih kerja lembur. Ibu dua anak ini bersedia mengasuh dengan syarat Satuan memenuhi semua kebutuhannya. Mulai dari uang belanja, sekolah anak, hingga perawatan.
"Apalagi anak saya itu susah, tidak semua orang bisa momong. Kalau istri saya kasar sama anak," terangnya.
Satuan menikah dengan Yuni tahun 2020. Saat itu ia dan Yuni sama-sama berstatus duda dan janda. Buah pernikahan tersebut, mereka dikaruniai 2 anak. Namun, salah satu anak mereka telah tiada.
Sedangkan Yuni awalnya janda dengan seorang anak. Karena suami pertamanya meninggal dunia. Praktis saat ini, pasutri Satuan dan Yuni mempunyai 2 anak, yaitu anak pertama kelas 2 SMP, anak kedua berusia 3,5 tahun.
Ketika disinggung terkait nasib anak balitanya, Satuan kembali menyebut dirinya tidak bisa tidur selama di Rutan Polres Mojokerto. Karena ia terus kepikiran anaknya yang baru genap berusia 4 tahun November nanti.
"Tidak bisa tidur kepikiran anak terus. Menyesal pasti menyesal. Kalau sama yang meninggal saya enggak mikir, mikirin anak. Mertua saya kalau ngomong juga kasar," jelasnya.