POSMETRO MEDAN,Medan --Pria yang satu initerekam kamera CCTV melakukan pencurian dari sebelah kamar kos. Akibatnya pria yang diketahui seorang satpam Ini akhirnya harus berurusan dengan pihak Kepolisian Polsek Medan Kota.
Pria yang diketahui berasal Desa Tetehosi II, Gunung Sitoli, Nias itu, kini sudah ditahan sel tahanan Mako Polsek Medan Kota, usai korbannya Hotma Juliana (21), mahasiswi, warga Rokan Hulu, Riau, resmi membuat laporan polisi.
Kapolsek Medan Kota, AKP Feriawan didampingi Kanit Reskrimnya, Iptu Poltak Tambunan, menerangkan aksi pencurian itu dilakukan Damai Putra Betee (21) di rumah kosnya, yang berada di Jalan Sindoro, Kelurahan Pusat Pasar, Kecamatan Medan Kota, Jumat (8/5/2026).
Pelaku melakukan aksinya dengan terlebih dulu, merusak gembok pintu kamar kos milik korbannya, Hotma Juliana( 21) yang posisinya berada di depan kamar kostnya.
"Aksi pelaku itu dilakukan saat korban sedang bekerja. Pelaku mengambil cincin emas london milik korban seberat 2,5 gram dan uang tunai Rp4 juta rupiah yang disimpan dalam dompet korban," terang AKP Feriawan, Minggu (10/5/2026).
Lanjut perwira dengan tiga balok emas di pundaknya itu, korban yang merupakan warga Rokan Hulu mengetahui barangnya hilang saat hendak menggunakan cincin tersebut. Saat memeriksa dompet, korban tidak menemukan cincin beserta uang tunai miliknya.
Saat mengecek pintu kamar, korban menyadari seseorang telah masuk ke dalam kamar, karena engsel pintunya rusak. Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Mako Polsek Medan Kota.
"Berbekal laporan resmi korban, tim Tekab kita segera melakukan penyelidikan dan besok harinya, Sabtu (9/5/2026), kita segera berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pencurian tersebut di Jalan MT Haryono, Kelurahan Pusat Pasar. Saat petugas kita melakukan penangkapan, pelaku sedang bekerja sebagai seorang satpam di Medan Mall," jelasnya.
Ketika diinterogasi, pelaku tak dapat mengelak. Ia mengakui pria yang terekam di CCTV merupakan dirinya. Ia juga mengaku telah beraksi melakukan pencurian tersebut sebanyak tiga kali.
Usai melakukan aksinya, dan guna menutupi aksinya agar jangan ketahuan, pelaku setiap beraksi selalu mengembalikan posisi engsel pintu korban seperti sedia kala.