Mengapa Perut Makin Buncit saat Usia Bertambah ? Ini Jawabannya

Evi Tanjung - Selasa, 30 Juni 2026 15:41 WIB
ist

POSMETRO MEDAN, Medan - Banyak orang menyadari lingkar pinggang mereka

bertambah besar seiring bertambahnya usia, bahkan ketika berat badan secara keseluruhan tidak berubah drastis. Selama ini, kondisi tersebut sering dikaitkan dengan pola makan atau berkurangnya aktivitas fisik. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada proses biologis di dalam tubuh yang mungkin turut berperan dalam membuat lemak perut lebih mudah menumpuk saat seseorang menua. Melansir Science Daily, (30/6/2026), para peneliti dari City of Hope menemukan jenis sel punca baru yang muncul seiring proses penuaan dan diduga menjadi pemicu pembentukan lemak perut dalam jumlah lebih besar.

Temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science dan dinilai dapat membantu menjelaskan mengapa perut cenderung membesar saat memasuki usia paruh baya.

Mengapa perut lebih mudah membesar saat bertambah usia? Lemak yang menumpuk di area perut bukan hanya masalah penampilan.

Menurut para peneliti, kelebihan lemak perut telah dikaitkan dengan metabolisme yang melambat, penuaan yang lebih cepat, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan berbagai penyakit kronis lainnya. Meski perubahan komposisi tubuh saat menua telah lama diketahui, alasan pasti mengapa lemak lebih banyak terkumpul di area perut masih menjadi tanda tanya. Penelitian terbaru ini mengarah pada adanya perubahan pada sel-sel yang berada di jaringan lemak tubuh. "Orang sering kehilangan massa otot dan mengalami peningkatan lemak tubuh saat bertambah usia, bahkan ketika berat badan mereka tetap sama," kata penulis studi sekaligus profesor endokrinologi molekuler dan seluler City of Hope, Qiong (Annabel) Wang.

"Kami menemukan bahwa penuaan memicu munculnya jenis baru sel punca dewasa dan meningkatkan kemampuan tubuh memproduksi sel lemak baru, terutama di sekitar perut," lanjutnya.

Terdapat sel yang memicu pembentukan lemak baru

Tim peneliti memusatkan perhatian pada jaringan lemak putih (white adipose tissue), yaitu jaringan utama yang menyimpan cadangan lemak dalam tubuh. Selama ini, para ilmuwan mengetahui bahwa sel lemak yang sudah ada dapat membesar seiring bertambahnya usia. Namun, mereka menduga ada mekanisme lain yang ikut berperan, yakni pembentukan sel lemak baru. Untuk mengujinya, peneliti mempelajari adipocyte progenitor cells (APCs), yaitu sel punca yang dapat berkembang menjadi sel lemak.

Hasilnya menunjukkan bahwa APC dari hewan yang lebih tua menghasilkan jauh lebih banyak sel lemak baru dibandingkan APC dari hewan muda.

Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan membentuk lemak dalam jumlah besar sudah melekat pada sel tersebut seiring proses penuaan.



Tag:

Berita Terkait