POSMETRO MEDAN,Medan– Kabar membanggakan datang dari dunia seni suara Indonesia. Seorang penyanyi muda asal Indonesia, Fathurracman Assalim, diundang secara resmi untuk mengikuti Kompetisi Penyanyi Muda Bahasa Minnan (Hokkien) Dunia ke-2, yang akan berlangsung di Kota Quanzhou, Provinsi Fujian, Tiongkok, 16–21 November 2025 mendatang.
Kompetisi bergengsi ini mengusung tema, "Suara dari Seluruh Dunia, Pemuda yang Berkembang Pesat", dan akan mempertemukan para talenta muda dari berbagai negara yang menggunakan atau mencintai bahasa Minnan atau Hokkien.
Acara tersebut dipandu oleh sejumlah lembaga besar Tiongkok, antara lain Grup Seni dan Hiburan Tiongkok, Harian Fujian, Biro Radio dan Televisi Provinsi Fujian, serta Grup Radio dan Televisi Provinsi Fujian. Sementara penyelenggara lokalnya adalah Kantor Pusat Pengembangan Ekonomi dan Budaya Pariwisata Kota Quanzhou.
Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Departemen Publisitas Komite Kota Quanzhou dari Partai Komunis Tiongkok, Departemen Kerja Front Persatuan Komite Kota Quanzhou, Asosiasi Persahabatan Luar Negeri Quanzhou, Biro Kebudayaan, Radio, Televisi, dan Pariwisata Kota Quanzhou, serta Federasi Lingkaran Sastra dan Seni Quanzhou. Media lokal seperti Berita Sore Quanzhou dan Stasiun Radio dan Televisi Quanzhou turut menjadi bagian dari panitia penyelenggara.
Dalam surat resmi undangan yang diterima Fathurracman Assalim, disebutkan bahwa ia terpilih untuk mengikuti babak penyisihan dan final kompetisi tersebut. Fathurracman, yang lahir 12 Juli 2004 dan berkewarganegaraan Indonesia, tercatat memiliki nomor paspor E8509xxx.
Penyelenggara menyampaikan undangan dengan penuh penghormatan agar Fathurracman dapat hadir langsung di Quanzhou untuk berkompetisi dan mempersembahkan penampilan terbaiknya di ajang internasional tersebut.
Partisipasi Fathurracman dalam ajang ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda Tanah Air mampu berkiprah di panggung budaya dunia, khususnya dalam pelestarian dan pengenalan bahasa serta musik lintas budaya.(RED)