Panduan Beli Mobil Matik Bekas: Wajib Cek Transmisi, Begini Caranya

Administrator - Senin, 05 Januari 2026 14:06 WIB
Istimewa
Ilustrasi transmis matik pada mobil.

POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Konsumen yang hendak membeli mobil bekas wajib memeriksa kondisi transmisinya, khususnya model matik. Pasalnya, jenis transmisi ini bisa rusak bila jarang dirawat atau kerap salah dioperasikan.

Hasan Ariyanto, pemilik bengkel mobil Mandiri Auto Klaten mengatakan kondisi transmisi pada mobil matik bekas harus dipastikan, masih prima atau tidak. "Pemeriksaan bisa mengajak ahli agar dilakukan pemindaian menggunakan alat diagnostik, agar lebih akurat, bila tidak, konsumen bisa menghitung jeda waktu pertautan transmisi saat memindahkan tuas dari N ke D atau R," ucap Hasan dilansir kompas, belum lama ini.

Semakin singkat jeda waktu, antara waktu pengemudi menggeser tuas dengan entakan yang terasa, saat putaran mesin bertaut, maka semakin baik.

"Seharusnya tidak lama, hitungannya satu sampai dua detik bahkan bisa saja kurang dari itu, jika jedanya sudah terlalu lama bisa dipastikan ada masalah pada transmisi matiknya," ucap Hasan.

Selain jeda waktu pertautan, Hasan juga menyinggung kemampuan transmisi matik menahan mobil di tanjakan tanpa menginjak pedal gas, dengan transmisi masuk ke posisi D.

"Matik yang masih sehat seharusnya bisa menahan mobil berhenti sesaat baru agak mundur, bahkan mungkin bisa membuatnya maju meski pedal gas tidak diinjak," ucap Hasan.

Ekowati, Technical Leader Auto2000 Kalimalang Jakarta Timur mengatakan ada istilah stall test untuk menguji kemampuan kampas kopling pada mobil matik, "Stall test, berfungsi untuk mengetahui kondisi kopling pada sistem matik dipantau dari putaran mesin saat sistem harus membuat kopling fluida aktif, " kata Eko.

Kapan Perlu Dilakukan Menurut Ahli?

Caranya hidupkan mesin dan tarik rem tangan, lalu masukkan persneling ke posisi D. Tahan pedal rem, kemudian injak pedal gas agak dalam dan tahan selama tiga detik sembari memperhatikan posisi jarum Rpm. Jika jarum Rpm naik di antara angka 1.800 hingga 2.200 Rpm, artinya kondisi kelompok kopling bagian drive masih cukup baik dan prima. Jika jarum berhenti di atas angka 2.200 Rpm, berarti ada slip. Jika jarum berhenti di bawah 1.500 rpm, berarti tenaga mesin sudah tidak lagi prima.


Editor
: Indrawan

Tag:

Berita Terkait