Kulit Sehat VS Skincare

Evi Tanjung - Sabtu, 31 Januari 2026 15:29 WIB
ist
Kulit sehat tak selalu harus skincare

POSMETROMEDAN, Medan - Belakangan ini keluhan kulit sensitif semakin sering muncul di Kota Medan, karena banyak yang mengira kulit mereka tiba-tiba mudah merah, perih atau reaktif karena "enggak cocok skincare".

Namun menurut para dokter kulit kenyataannya tidak sesederhana itu, seperti yang diungkapkan dokter spesialis kulit dari ERHA Central Medan dr Ariyati Yosi MKed(KK) SpDVE SubspDT FINSDV FAADV.

"Kulit sensitif justru sering terjadi karena kombinasi faktor lingkungan, kebiasaan perawatan hingga gaya hidup masyarakat yang tinggal di kota besar," ucap dr Yosi di Medan, Sabtu (31/1/2026)..

Ia mengatakan, cuaca khas Medan yang panas-lembap, aktivitas padat, serta tren skincare yang berubah cepat, maka kondisi kulit lebih mudah mengalami iritasi tanpa disadari.

"Kulit sensitif, bukan sekadar tidak cocok skincare. Ini biasanya terjadi karena skin barrier sedang melemah, dan penyebabnya bisa banyak," jelas dr Yosi.

Menurutnya, ada lima mitos kulit sensitif sering salah kaprah menilai, yakni mitos kulit sensitif itu karena skincare-nya terlalu keras. Faktanya perubahan cuaca ekstrem, polusi, dan stres juga bisa membuat kulit lebih reaktif.

Terdapat mitos, kalau perih itu tandanya skincare bekerja. "Perih itu tanda kulit sedang iritasi, bukan progres," kata dia.

Kemudian, ada mitos kulit sensitif itu tipe kulit permanen. Banyak kasus kulit sensitif bersifat sementara dan bisa membaik jika barrier diperbaiki.

"Stop semua skincare biar kulit tenang, tidak harus. Yang perlu dihentikan hanya produk yang berpotensi iritan," tuturnya.

Lalu, mitos kulit sensitif harus dibiarkan sampai sembuh sendiri, padahal tanpa penanganan yang benar, iritasi bisa berulang dan memperburuk kondisi.



Tag:

Berita Terkait

Lifestyle

Mulai dari Kerajinan Hingga Fesyen

Lifestyle

Ribuan Kulit Biawak Gagal Diselundupkan ke Malaysia

Lifestyle

Tips Perawatan Wajah agar Tetap Glowing dan Sehat