POSMETROMEDAN,Medan - Setelah seharian menahan lapar dan haus, momen berbuka sering kali terasa seperti "balas dendam". Kamu mungkin ingin langsung makan cepat dan banyak sekaligus. Padahal, ada cara yang lebih sehat dan menenangkan untuk menikmati waktu berbuka, yaitu dengan puasa mindful — konsep yang mengajak kamu lebih sadar saat makan, terutama dengan makan perlahan.
Puasa mindful bukan sekadar tentang apa yang kamu makan, tapi juga bagaimana kamu menikmatinya. Dengan memperlambat ritme makan saat berbuka, tubuh dan pikiran bisa merasakan manfaat yang jauh lebih besar.
Puasa mindful adalah praktik menjalani puasa dengan kesadaran penuh, termasuk saat memilih makanan, merasakan rasa, hingga mengenali sinyal kenyang dari tubuh. Intinya, kamu benar-benar hadir dalam setiap suapan, bukan makan sambil terburu-buru atau terdistraksi gadget.
Saat berbuka, tubuh sebenarnya membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali dengan proses pencernaan setelah berjam-jam "beristirahat". Karena itu, makan perlahan menjadi kunci agar sistem tubuh bisa bekerja dengan optimal.
1. Membantu Pencernaan Lebih Nyaman
Ketika kamu makan terlalu cepat, lambung harus bekerja ekstra keras untuk mencerna makanan dalam jumlah besar sekaligus. Akibatnya, rasa begah, kembung, atau bahkan nyeri perut bisa muncul.
Dengan makan perlahan, kamu memberi waktu bagi tubuh untuk mengolah makanan secara bertahap. Mengunyah lebih lama juga membantu proses pencernaan sejak dari mulut, sehingga lambung tidak "kaget" saat menerima makanan.
2. Mencegah Makan Berlebihan
Sering merasa terlalu kenyang setelah berbuka? Itu wajar, karena sinyal kenyang dari otak biasanya baru muncul sekitar 15–20 menit setelah kamu mulai makan.
Kalau kamu makan terlalu cepat, tubuh belum sempat memberi tanda bahwa sebenarnya sudah cukup. Sebaliknya, saat kamu makan perlahan, kamu bisa lebih peka terhadap rasa kenyang dan berhenti sebelum berlebihan.