POSMETROMEDAN,Medan - Ramadan selalu datang dengan suasana yang berbeda. Ritmenya berubah, waktu terasa lebih padat, emosi lebih sensitif, dan hati seperti diajak untuk lebih jujur melihat diri sendiri. Ada yang menyambutnya dengan penuh semangat, ada juga yang justru merasa cemas karena beban hidup belum juga ringan.
Padahal, Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus. Ramadan adalah kesempatan untuk menata ulang sikap. Bukan mengubah hidup secara drastis dalam semalam, melainkan memperhalus cara menyikapi hari demi hari. Jika sikap yang dipilih tepat, hati pun akan terasa lebih tenang.
Berikut tujuh sikap yang bisa membuat Ramadan kali ini terasa lebih damai dan bermakna.
1. Menyeleraskan Ekspektasi dengan Kenyamanan Diri
Sering kali ketenangan hilang karena ekspektasi yang tidak realistis. Ingin ibadah sempurna, ingin lebih produktif dari biasanya, ingin berubah total dalam satu bulan. Niatnya baik, tetapi jika terlalu menekan diri, justru memicu rasa gagal.
Belajar menerima bahwa setiap orang memiliki kapasitas berbeda adalah langkah awal menuju ketenangan. Jika hari ini hanya mampu melakukan sedikit, lakukan dengan sungguh-sungguh. Ramadan bukan perlombaan dengan orang lain. Ini perjalanan pribadi.
Dengan ekspektasi yang lebih sehat, hati tidak mudah kecewa. Fokus pun berpindah dari hasil ke proses.
2. Memilih Respons, Bukan Sekadar Bereaksi
Saat berpuasa, energi menurun dan emosi lebih mudah tersulut. Hal kecil bisa terasa besar. Perkataan orang lain bisa terasa lebih menyakitkan dari biasanya.
Di sinilah sikap menentukan kualitas Ramadan. Belajar memberi jeda sebelum merespon adalah latihan yang sangat berharga. Tidak semua hal perlu dibalas saat itu juga. Tidak semua perdebatan perlu dimenangkan.