POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Gerhana Bulan Total akan menghiasi langit Indonesia pada Rabu (3/3/2026). Fenomena ini istimewa lantaran fase totalitasnya berlangsung hampir satu jam, durasi yang relatif lebih lama dibandingkan banyak gerhana Bulan lainnya.
Dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Gerhana Bulan Total terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar.
Kondisi tersebut membuat Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Saat puncak gerhana atau fase totalitas terjadi, Bulan akan tampak berwarna merah apabila langit cerah.
Fenomena ini dikenal sebagai blood moon. Warna merah tersebut muncul akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Cahaya biru dari Matahari lebih banyak tersebar oleh partikel udara, sementara cahaya merah tetap diteruskan dan dibiaskan hingga mencapai permukaan Bulan.
Proses inilah yang membuat Bulan terlihat kemerahan saat fase totalitas berlangsung. Perlu diketahui, fenomena ini juga tidak terjadi setiap tahun.
Setelah 3 Maret 2026, gerhana Bulan total berikutnya diperkirakan baru akan terjadi pada 31 Desember 2028. Artinya, masyarakat harus menunggu hampir tiga tahun untuk kembali menyaksikan momen ketika Bulan berubah merah akibat bayangan Bumi.
Profesor Riset Astron mi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan, gerhana Bulan total pada Rabu, 3 Maret 2026. Ia menjelaskan, fenomena tersebut akan berlangsung mulai pukul 16.50.00-20.17.10 WIB.
"Sementara itu, fase gerhana Bulan total mulai pukul 18.04.26 sampai 19.02.45 WIB. Seluruh wilayah Indonesia dapat mengamatinya pada awal malam," ujarnya, Senin (2/3/2026).
Ia menambahkan, gerhana dapat disaksikan secara langsung tanpa alat bantu khusus, sama seperti ketika mengamati Bulan purnama. Menurutnya, saat fase totalitas, Bulan memang tertutup bayangan Bumi, tetapi tidak menjadi gelap sepenuhnya. "Cahaya merah dari Matahari yang dibiaskan oleh atmosfer Bumi menyebabkan Bulan berwarna merah. Biasanya disebut blood moon atau bulan merah darah," jelasnya.
Dengan durasi yang panjang dan dapat diamati dari seluruh Indonesia, gerhana Bulan total 3 Maret 2026 menjadi momen astronomi yang sayang untuk dilewatkan.