Nasib Model Playboy dari Hidup Glamour Hingga Jadi Gelandangan

Administrator - Senin, 09 Maret 2026 13:30 WIB
Istimewa
Kourtney Reppert Foto: dok. Instagram

POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Di era 2000-an, Kourtney Reppert dikenal sebagai salah satu model paling populer yang kerap tampil di majalah Playboy. Kariernya melesat, kehidupannya glamor, dan ia bahkan sempat merasakan kehidupan mewah nan glamour di Playboy Mansion milik Hugh Hefner bersama para selebriti papan atas.

Namun lebih dari satu dekade kemudian, kehidupan Reppert berubah drastis. Kini di usia 39 tahun, ia mengaku pernah mengalami masa sulit hingga sempat pernah menjadi gelandangan. Pengalaman itu membuatnya menyadari bahwa karier yang bergantung pada penampilan fisik bisa sangat rapuh seiring waktu.

"Kamu dihargai karena penampilanmu, bukan karena siapa diri Anda. Dan ketika itu menjadi fondasi identitas Anda, semuanya terasa sangat rapuh," ujarnya, ungkap Reppert, seperti dikutip DailyMail.

Ia juga menyoroti anggapan publik bahwa kecantikan identik dengan kehidupan yang aman dan mapan. Padahal itu tidak selalu benar, Reppert sendiri bahkan pernah tidak memiliki tempat tinggal.

"Banyak orang mengira menjadi cantik berarti hidup Anda aman. Padahal tidak. Kecantikan memudar, tren berubah, dan jika hanya itu yang kamu miliki, kamu bisa berada dalam posisi yang sangat rentan," katanya.

Titik terendah dalam hidupnya terjadi pada 2018 ketika rumahnya di California hancur akibat kebakaran hutan. Peristiwa itu membuatnya kehilangan tempat tinggal dan harus memulai hidup dari nol.

"Saya harus memulai lagi dari awal tanpa apa pun. Tidak ada jaring pengaman. Tidak ada rencana. Hanya ketahanan diri," ungkap Reppert.

Selama beberapa bulan, ia harus berpindah-pindah tempat tinggal, mulai dari hotel murah hingga menumpang di rumah teman. Meski berat, pengalaman tersebut justru mengubah cara pandangnya tentang hidup. Reppert mengatakan masa sulit itu mendorongnya menemukan tujuan baru, yakni membantu orang lain, terutama para model muda.

Ia kini sering mengingatkan para model agar tidak hanya mengandalkan penampilan untuk masa depan mereka, tetapi juga membangun sumber penghasilan lain dan mengembangkan diri di luar industri modeling. Menurutnya, gagasan bahwa seseorang harus memilih satu jalur karier di usia muda dan menjalaninya seumur hidup tidak lagi realistis.

"Gagasan bahwa kamu memilih satu jalan di usia 18 tahun dan menjalankannya selamanya itu tidak realistis. Terutama bagi perempuan, yang sering mengalami jeda karier, tanggung jawab merawat keluarga, atau bekerja di industri yang memang tidak bertahan lama," katanya.


Editor
: Indrawan

Tag:

Berita Terkait