POSMETRO MEDAN,Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas yang mengalami kenaikan beberapa waktu lalu berdampak pada pembelian perhiasan seperti cincin pernikahan dan tunangan. Banyak dari masyarakat juga akhirnya memikirkan kembali rencana lamaran dan mencari perhiasan yang lebih murah.
Melansir data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com, Selasa (14/4/2026) pukul 08.15 WIB, di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung Jakarta, harga emas satuan 1 gram pada hari ini dibanderol Rp2.863.000 per batang, atau naik Rp45.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Kenaikan harga ini terjadi setelah perdagangan Senin kemarin, harga emas Antam Logam Mulia ambruk Rp42.000 ke Rp2.818.000 per gram.
Harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga menguat. Hari ini harga buyback berada di level Rp2.639.000 per gram atau naik Rp54.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Kondisi geopolitik yang masih memanas membuat harga emas mengalami fluktuasi. Harganya sudah melonjak lebih dari 70% sejak awal tahun lalu.
"Kami melihat adanya kejutan harga yang sesungguhnya," kata Peter Manka Jr., salah satu pemilik toko perhiasan pengantin Ben Garelick yang berbasis di New York, dikutip dari Business Insider.
Dampak terbesar kenaikan harga emas terlihat pada perhiasan dengan desain yang didominasi emas seperti cincin kawin polos, cincin tumpuk tebal, dan cincin emas tanpa batu besar.
Misalnya harga rata-rata cincin pertunangan di Ben Garelick dengan berlian buatan laboratorium di bagian tengah berkisar US$1.544 pada 2023 yang naik tipis tahun berikutnya menjadi US$1.633. Kemudian harga menembus US$2.000 menjadi US$2.408 pada 2025 atau naik 47% dari tahun-ke-tahun.
Manka juga mengatakan perilaku konsumen berubah karena adanya kenaikan harga. Misalnya 25%-30% pembeli akhirnya menunda membeli cincin tunangan berharap harga emas akan turun.
Terhambatnya proses lamaran ini akan membuat orang juga menunda pernikahan. Bahkan kemungkinan memilih tidak menikah sama sekali menjadi lebih tinggi.