"Yang terasa pahit jangan buru-buru dimuntahkan, bisa jadi ia obat. Yang terasa manis jangan langsung ditelan, bisa jadi ia racun."
Rasanya pahit, bahkan sering bikin orang langsung "mundur teratur" sebelum mencoba. Tapi di balik rasa yang kurang bersahabat itu, pare justru menyimpan banyak manfaat kesehatan yang sayang untuk dilewatkan.
Sayuran yang punya nama ilmiah Momordica charantia ini sudah lama dikenal sebagai "teman" bagi penderita diabetes. Namun, penelitian terbaru memberi kabar yang lebih menarik: pare juga punya potensi membantu melawan kanker.
Pare dan Potensinya Melawan Kanker
Penelitian dari Universitas Saint Louis di Missouri menemukan hal yang cukup menjanjikan. Dalam uji coba pada tikus, ekstrak pare terlihat mampu menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker.
Para peneliti menguji ekstrak pare pada berbagai jenis sel kanker, mulai dari kanker payudara, prostat, hingga kanker kepala dan leher. Hasilnya, sel kanker yang terpapar ekstrak pare cenderung "berhenti berkembang". Dengan kata lain, proses perbanyakan sel (yang menjadi kunci penyebaran kanker) bisa ditekan.
Dalam percobaan lanjutan pada tikus, efek ini juga terlihat nyata. Bahkan, jumlah kasus kanker tertentu—seperti kanker lidah—terbukti menurun.
Menariknya, para peneliti menemukan bahwa pare bekerja dengan cara "mengganggu pasokan makanan" bagi sel kanker. Ekstrak pare mempengaruhi jalur yang biasa digunakan tubuh untuk menyalurkan glukosa dan lemak. Padahal, dua hal ini adalah sumber energi penting bagi sel kanker untuk tumbuh. Ketika jalur ini terganggu, sel kanker kesulitan berkembang, bahkan sebagian bisa mati.
Meski begitu, perlu diingat: hasil ini masih berdasarkan penelitian pada hewan dan di laboratorium. Artinya, efeknya pada manusia masih perlu diteliti lebih lanjut. Jadi, pare bukan "obat kanker", tapi punya potensi yang menjanjikan sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Manfaat Lain Pare untuk Tubuh