POSMETRO MEDAN,Medan- Robby Cahyadi Kurnia, 51 tahun, kecewa ketika putranya tidak lolos PPDB jalur domisili SMAN 1 Kota Medan. Dia merasa putranya telah dicurangi sehingga tidak lolos PPDB domisili.
Robby menjelaskan saat putranya mendaftar PPDB, jarak rumahnya yang terletak di Jalan Cik Di Tiro BLK 6 Medan sesuai alamat di Kartu Keluarga (KK) yakni hanya 121 meter.
Dijelaskannya, kuota domisili yang disediakan sekitar 100 lebih kursi. Namun, saat pihak sekolah mengumumkan peserta didik baru yang lulus, R, putranya dinyatakan tidak lulus.
Robby kian kesal saat mengetahui ada teman putranya yang diterima PPDB Domisili di SMAN 1 Kota Medan, padahal jarak rumahnya jauh dari sekolah.
"Yang sudah diajukan oleh anak saya berjarak titik koordinat 121 meter, namun kok bisa ga lulus. Apa disekitar 100 an meter dari SMAN 1, banyak siswa yang mendaftar dan dinyatakan lulus? Anehnya lagi, anak-anak yang hari ini diterima melalui jalur domisili adalah yang jelas-jelas rumahnya 100 meter di belakang rumah saya, 60 meter di belakang rumah saya, dan bahkan ada yang lebih jauh lagi," kata Robby kepada wartawan, Jumat 5 Juni 2026.
Robby juga berencana mendatangi pihak sekolah untuk mempertanyakan perihal anaknya yang tak lolos PPDB Domisili.
"Saya juga akan bawa meteran untuk mengukur jarak sekolah ke rumah. Masa hanya berjarak 121 meter anak saya dinyatakan tidak lulus. Ada main ini SMAN 1," katanya.(WIK)