POSMETRO MEDAN, Medan - Badan Gizi Nasional (BGN) merombak total target penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun 2027. Demi efisiensi anggaran negara, BGN memilih melakukan refocusing dengan mencoret sekitar 8 juta penerima manfaat, terutama dari kalangan siswa SMA di sekolah-sekolah favorit dan elite yang dinilai memiliki kemampuan ekonomi tinggi.
Wakil Kepala sekaligus Juru Bicara BGN, Arumsari, mengungkapkan bahwa salah satu langkah efisiensi konkret yang sedang digodok adalah mencoret sekitar 8 juta penerima manfaat. Kelompok yang akan dikurangi ini menyasar siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), khususnya di sekolah-sekolah favorit atau kategori high class.
"Contoh gampang: SMA ya mungkin sudah tidak perlu diberikan lagi MBG, apalagi SMA-SMA yang favorit, yang uang sakunya anak-anaknya itu ada Rp100.000 sampai Rp200.000 gitu ya, sekolah-sekolah yang high class gitu, itu tidak perlu lagi. Itu beberapa contoh, itu sudah akan berkurang sekitar 8 juta penerima manfaat," ujar Arumsari, Rabu (17/6/2026).
Di Sumut sekolah favorit tak menerima manfaat MBG. Selain memang isinya anak orang kaya, MBG lebih banyak menjadi bahan candaan. Daripada menu makan siang.Kebijakan MBG lebih menyusur sekolah - sekolah pinggiran yang jauh dari pusat kota.
Sedangkan untuk daerah MBG lebih bermanfaat bahkan seperti ditunggu, Anak - anak yang tak sarapan pagi dan tak punya uang saku sangat bahagia begitu tau MBG masuk sekolahnya. Apa menunya tak pernah jadi persoalan. Menu yang disajikan bahkan lebih istimewa daripada yang diberikan ibu mereka di rumah.( red)