Posmetro Medan, Medan -Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVIII/2026 tak hanya menjadi forum strategis bagi para kepala daerah, tetapi juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi Kota Medan. Selama lima hari penyelenggaraan, perputaran uang diproyeksikan Rp72,3 miliar, didorong belanja ribuan delegasi, aktivitas pameran, hingga geliat pelaku UMKM.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengatakan proyeksi tersebut muncul seiring kehadiran delegasi dari 96 pemerintah kota yang membawa rombongan dalam jumlah besar.
"Rp72,3 miliar merupakan proyeksi pendapatan selama Rakernas APEKSI 2026 berlangsung. Hingga saat ini, tamu undangan yang hadir sudah membelanjakan sekitar Rp17 miliar. Mudah-mudahan proyeksi ini bisa tercapai karena setiap kota membawa rombongan yang banyak. Kita berharap ada multiplier effect, baik dari kegiatan formal maupun informal, sehingga membawa kebaikan bagi Kota Medan," ujar Rico dalam konferensi pers di Balai Kota Medan, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, dampak ekonomi terbesar berasal dari jasa penyelenggaraan kegiatan (event organizer) yang menyumbang sekitar 50,22 persen dari total proyeksi perputaran uang. Disusul sektor hotel dan akomodasi sebesar 37,13 persen, kuliner dan UMKM sebesar 11,27 persen, serta transportasi sebesar 1,37 persen. Tak hanya industri perhotelan dan penyelenggara acara yang menikmati manfaat, pemerintah juga melibatkan 375 pelaku UMKM dalam berbagai lokasi kegiatan Rakernas.
Rinciannya, sebanyak 179 UMKM berjualan di Galeri Mal Pelayanan Publik (MPP), 50 UMKM di Hotel Santika, 65 UMKM di Lapangan Benteng, dan 81 UMKM di Lapangan Merdeka. Produk yang ditawarkan didominasi kuliner, kriya, fesyen, hingga produk kesehatan dan kecantikan.
Pemko Medan, kata Rico Waas yang juga Ketua Komwil I APEKSI, menilai keterlibatan ratusan pelaku UMKM tersebut menjadi upaya nyata agar manfaat ekonomi Rakernas APEKSI tidak hanya dirasakan sektor formal, tetapi juga langsung menyentuh pelaku usaha kecil. Selain itu, peningkatan aktivitas ekonomi selama Rakernas juga diperkirakan berdampak pada naiknya penerimaan pajak daerah, terutama dari sektor perhotelan, restoran, dan perdagangan.
Rakernas APEKSI XVIII sendiri berlangsung sejak 28 Juni hingga 4 Juli 2026 dengan menghadirkan berbagai agenda, mulai dari Youth City Changers, Forum Pangan, Indonesia City Expo, forum tematik, sidang pleno, hingga Karnaval Nusantara yang menjadi salah satu acara puncak.
Sebanyak 96 pemerintah kota ambil bagian dalam forum nasional tersebut, terdiri dari 88 wali kota, empat wakil wali kota, dua sekretaris daerah, dan satu kepala Bappeda.
Salah satu agenda yang paling menyedot perhatian masyarakat ialah Karnaval Nusantara yang diikuti 56 delegasi daerah dengan total 2.984 peserta, menampilkan ragam seni, budaya, dan adat istiadat dari berbagai penjuru Indonesia.
Melalui penyelenggaraan Rakernas APEKSI XVIII, Pemko Medan berharap tidak hanya memperkuat sinergi antarpemerintah kota dalam merumuskan pembangunan perkotaan, tetapi juga menjadikan momentum ini sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah melalui meningkatnya konsumsi, investasi, promosi pariwisata, serta pemberdayaan UMKM.