POSMETRO MEDAN,Medan – Di sela-sela rangkaian pembukaan Indonesia City Expo (ICE) 2026, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menyempatkan diri mengunjungi Stand Dekranasda Kota Medan yang menampilkan berbagai produk unggulan hasil karya pelaku UMKM binaan.
Salah satu produk yang menarik perhatian keduanya adalah cerutu berbahan baku tembakau Deli, komoditas legendaris yang pernah mengharumkan nama Sumatera Utara di pasar dunia.
Di stand tersebut, Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap berdialog langsung dengan perajin cerutu untuk mengetahui proses pembuatan hingga upaya pelestarian tembakau Deli yang kini semakin sulit ditemukan.
"Tembakau Deli yang kita kenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia kini sudah sangat langka. Kalau tidak datang ke pameran seperti ini, mungkin masyarakat akan sulit menemukannya," ungkap Rico Waas.
Menurutnya, kehadiran produk cerutu tembakau Deli di Stand Dekranasda menjadi bukti bahwa Kota Medan masih memiliki kekayaan sejarah dan potensi ekonomi kreatif yang patut dibanggakan. Produk tersebut dinilai bukan sekadar komoditas, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang harus terus diperkenalkan kepada masyarakat luas.
Rico Waas mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Indonesia City Expo untuk mengenal lebih dekat berbagai produk lokal unggulan, termasuk cerutu tembakau Deli yang diproduksi secara tradisional oleh para perajin lokal.
"Bagi masyarakat yang ingin melihat langsung atau mencari cerutu tembakau Deli, silakan berkunjung ke Stand Dekranasda Kota Medan selama Indonesia City Expo berlangsung," ujarnya.
Indonesia City Expo (ICE) 2026 merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI yang digelar di Kota Medan. Pameran ini menghadirkan ratusan stan dari berbagai daerah di Indonesia sebagai ajang promosi produk unggulan, UMKM, serta ekonomi kreatif daerah.
Selama penyelenggaraannya, ICE menjadi ruang kolaborasi antarkota sekaligus mendorong produk-produk lokal agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional. (REL)