POSMETRO MEDAN,Medan – Warga Lingkungan 19, 20, dan 21, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, kembali menyuarakan keresahan mereka terhadap keberadaan Fuel Terminal Medan (PertaminaLabuhan Deli).
Dalam pertemuan warga yang digelar pada Kamis (30/7/2026) sore, masyarakat meminta manajemen Pertamina memberikan solusi konkret atas kekhawatiran mereka terhadap potensi kebakaran, serta aroma bahan bakar minyak (BBM) yang disebut-sebut kerap tercium di kawasan permukiman.
Pertemuan yang berlangsung di Lingkungan 21, tepat di area yang berbatasan dengan tembok Fuel Terminal Medan, dihadiri puluhan warga yang mayoritas merupakan kaum ibu.
Mereka mengaku selama bertahun-tahun hidup dalam rasa waswas akibat lokasi permukiman yang berdampingan dengan fasilitas penyimpanan BBM tersebut.
"Kami setiap hari dihantui rasa takut kalau sewaktu-waktu terjadi kebakaran. Selain itu, aroma BBM yang tercium juga mengganggu pernapasan. Kami berharap Direksi Pertamina benar-benar memperhatikan keselamatan warga di sekitar terminal BBM ini," ujar salah seorang warga dalam forum tersebut.
Menurut warga, berbagai upaya penyampaian aspirasi sebenarnya telah dilakukan. Sebelumnya, perwakilan masyarakat bersama pihak Fuel Terminal Medan beberapa kali menggelar pertemuan guna mencari jalan keluar atas keluhan yang disampaikan warga.
Dalam pembahasan tersebut, masyarakat mengajukan dua alternatif penyelesaian, yakni relokasi Fuel Terminal Medan ke lokasi lain atau pembebasan lahan permukiman warga yang berada di sekitar fasilitas tersebut.
Sebagai tindak lanjut, warga mengaku telah mengajukan permohonan pembebasan lahan. Bahkan, pihak Pertamina disebut telah melakukan pengukuran terhadap sejumlah bidang tanah milik warga.
Namun, hingga kini proses tersebut belum menunjukkan perkembangan. Warga menduga adanya berbagai kendala yang menyebabkan rencana pembebasan lahan terhenti, di antaranya persoalan administrasi kepemilikan tanah serta perbedaan nilai ganti rugi.
"Kalau persoalan harga maupun surat tanah tentu masih bisa dibicarakan. Yang kami harapkan jangan sampai aspirasi masyarakat dihentikan begitu saja. Keselamatan warga seharusnya menjadi prioritas," kata warga lainnya.